Warga di Gresik Berenang Sambil Usung Keranda Mayat Seberangi Sungai Menuju TPU

Rabu, 13 Februari 2019 00:19 Reporter : Moch. Andriansyah
Warga di Gresik Berenang Sambil Usung Keranda Mayat Seberangi Sungai Menuju TPU Warga bawa jenazah seberang sungai di Gresik. ©2019 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Merdeka.com - Gara-gara air sungai di Kali Lamong naik saat musim hujan dan tak memiliki jembatan, proses pemakaman warga di Gresik, terpaksa harus dilalui dengan cara berenang sambil mengusung keranda mayat.

Adalah almarhum Sayu, warga Dusun Gorekan Lor RT XII/RW VI, Desa Cermen, Kecamatan Kedamean, yang proses pemakamannya berlangsung dramatis, Selasa (12/2). Sebab, warga yang mengantarkan jenazah kakek 80 tahun itu ke peristirahatan terakhir, harus berjuang menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras.

Dengan mengenakan pelampung, warga susah payah melewati aliran sungai sedalam dada orang dewasa tersebut sambil mengusung keranda mayat.

"TPU-nya (Tempat Pemakaman Umum) di tepi sungai, dan seperti inilah suasana pemakaman apabila ada warga yang wafat di saat musim hujan," kata salah satu warga Gresik, Didik Hendri via WhatsApp (WA).

Kecuali saat musim kemarau, lanjut Didik, kalau ada warga yang meninggal tidak ada masalah. "Sebab air sungai surut. Tapi saat musim hujan? Itu yang jadi masalah! Dan kondisi seperti ini sudah berlangsung cukup lama."

Sementara Kepala Desa Cermen, Mochammad Suhadi mengatakan, sebenarnya ada TPU di Dusun Gorekan Kidul yang bisa dijadikan alternatif pemakaman warga Dusun Gorekan Lor, sehingga tak perlu menyeberang sungai.

Tapi masalahnya, kata Suhadi, kalau musim hujan seperti sekarang, kondisi tanah sulit digali karena basah dan keluar air. "Sehingga mau tidak mau, pemakaman warga Dusun Gorekan Lor yang meninggal, terpaksa harus menyeberang sungai," kata dia. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Kisah Haru
  2. Jembatan Rusak
  3. Gresik
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini