Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menerjunkan sejumlah warga binaan untuk membantu korban bencana banjir. Bantuan ini difokuskan di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang baru saja dilanda banjir luapan sungai pada Rabu (18/2).
Kegiatan ini merupakan inisiatif Lapas Ciamis sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang rutin mereka lakukan. Penyaluran bantuan diarahkan ke daerah terdampak banjir yang dinilai sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak.
Sebanyak 11 warga binaan yang sebentar lagi akan bebas ikut serta dalam kegiatan sosial ini, menjalankan program asimilasi kerja sosial luar. Mereka memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.
Advertisement
Advertisement
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Ciamis, James P Tampubolon, menjelaskan bahwa penerjunan warga binaan ini adalah bagian dari program asimilasi kerja sosial luar. Sebelas warga binaan yang terlibat merupakan mereka yang akan segera bebas, memberikan kesempatan untuk berkontribusi positif sebelum kembali ke masyarakat.
Lapas Ciamis tidak hanya menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pangan bagi masyarakat terdampak banjir, tetapi juga memberikan bantuan tenaga. Warga binaan secara aktif membantu membersihkan lingkungan, rumah, dan sumur warga yang tercemari oleh lumpur dan sisa-sisa banjir.
Kontribusi ini diharapkan dapat meringankan beban korban banjir dan menunjukkan bahwa Lapas memiliki peran yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. James P Tampubolon menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kontribusi nyata Lapas untuk masyarakat, membuktikan bahwa keberadaan mereka harus membawa manfaat.
Advertisement
Advertisement
Bencana banjir yang melanda Kecamatan Pamarican disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Ciamis pada Senin (16/2). Hujan tersebut mengakibatkan aliran Sungai Citalahab meluap dan tanggul jebol, sehingga air mengalir deras ke pemukiman warga.
Dampak banjir ini cukup signifikan, menerjang pemukiman rumah penduduk di dua desa dan menggenangi area pertanian. Sebanyak 164 warga sempat dievakuasi dari terjangan banjir ke tempat pengungsian sementara untuk keselamatan mereka.
Dalam upaya pemulihan pasca-banjir, warga binaan Lapas Ciamis tidak bekerja sendirian. Mereka bergabung bersama aparatur pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), sukarelawan, dan masyarakat lainnya. Semangat gotong royong ini terlihat jelas dalam membersihkan lingkungan yang terdampak banjir.
Advertisement
Kegiatan bakti sosial ini menjadi contoh nyata kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi bencana. Kehadiran warga binaan memberikan dimensi baru dalam upaya penanganan pasca-banjir, sekaligus menjadi wadah bagi mereka untuk menunjukkan perubahan positif dan kepedulian sosial.
Sumber: AntaraNews