Beras merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia. Meskipun ada makanan pokok lainnya, namun beras atau nasi lebih banyak dikonsumsi masyarakat. Padahal secara kesehatan, konsumsi beras secara berlebihan dapat mengakibatkan diabetes.
"World Health Organization (WHO) mengungkapkan jenis penyakit yang mematikan di dunia ini salah satunya diabetes, nomor empat penyakit yang berbahaya. Penyebab diabetes dikarenakan kebanyakan konsumsi beras," kata Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, dalam acara Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota Wilayah Barat (Sumatera dan Jawa), Kamis (8/5).
Tingginya ketergantungan terhadap beras, harus diluruskan. Ada baiknya melakukan disertifikasi pangan untuk melepaskan ketergantungan terhadap beras, demi kesehatan masyarakat. Penyakit diabetes di Indonesia peringkat ke empat, dan jumlah penderita diabetes di Indonesia menempati peringkat ke empat pula.
"70 persen diabetes disebabkan karena kebanyakan makan beras. Dalam prespektif kesehatan, beras itu jika tidak ada takarannya itu juga jadi racun," terangnya.
Rusman menambahkan, disertifikasi bukan untuk melarang masyarakat memakan beras. Justru bisa menjadi penyemangat untuk mempercepat program disertifikasi pangan dalam mengurangi penyakit gula di Indonesia.
"Kita punya semacam kekayaan hayati luar biasa. Kita punya macam-macam bio disertifikasi, kalau kita bicara karbohidrat. Kebutuhan kalori kita dalam pola pangan harapan kita itu disumbang oleh beras. Jadi dalam tubuh kita membutuhkan kalori komponen berasnya 50 persen, itu yang menjadi potensi diabetes, padahal kita punya sumber karbohidrat yang lain," jelasnya.