Wamenekraf Dorong Penguatan IP Lokal sebagai Kunci Keberlanjutan Bisnis

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan pentingnya penguatan IP lokal untuk memenangkan persaingan global dan menjamin keberlanjutan bisnis. Simak bagaimana IP lokal dapat berevolusi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wamenekraf Dorong Penguatan IP Lokal sebagai Kunci Keberlanjutan Bisnis
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan pentingnya penguatan IP lokal untuk memenangkan persaingan global, menjadikan kearifan lokal sebagai kunci keberlanjutan bisnis yang kuat. (AntaraNews)

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menyoroti urgensi penguatan Intellectual Property (IP) lokal di tengah pesatnya perkembangan zaman. Dorongan ini disampaikan dalam keterangan pers pada Kamis, 16 April 2026. Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan produk dan jenama lokal tetap relevan dan berdaya saing.

Menurut Wamenekraf Irene, kunci utama memenangkan persaingan global adalah peremajaan ide. Selain itu, pemanfaatan kearifan lokal sebagai "source code" juga harus terus berevolusi. Tujuannya agar tetap menjadi gaya hidup yang relevan bagi masyarakat.

Penguatan IP lokal ini bertujuan untuk mengembangkan hak kekayaan intelektual ke berbagai lini industri. Dengan demikian, sebuah jenama akan memiliki daya tawar tinggi. Ini juga menjamin keberlanjutan bisnis yang kuat di tengah gempuran perubahan.

Wamenekraf Irene Umar menegaskan bahwa evolusi berkelanjutan melalui pengembangan hak kekayaan intelektual sangat penting. Hal ini memungkinkan jenama untuk memiliki daya tawar yang lebih tinggi. Selain itu, strategi ini juga menjamin keberlanjutan bisnis yang kuat di tengah dinamika pasar global.

Sebagai contoh konkret, Wamenekraf Irene mendorong penguatan IP lokal seperti Bakpia Pathok 25 dan Dagadu. Kedua jenama ini telah membuktikan kemampuannya melintasi zaman. Mereka menjadi ikon wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

Bakpia Pathok 25, pionir kuliner legendaris sejak 1948, berhasil menjaga eksklusivitas rasa. Sementara itu, Dagadu Jogja, jenama fesyen ikonik sejak 1994, telah sukses menjaga relevansi selama 30 tahun. Keberhasilan ini didukung oleh kekuatan narasi budaya yang dikemas secara modern.

Wamenekraf Irene secara khusus menyoroti gerai Dagadu di Alun-Alun Utara sebagai bukti keberhasilan menjaga relevansi. Desain autentik yang berangkat dari hati terbukti tetap bisa modern dan relevan. IP yang kuat adalah "source code" untuk memenangkan kancah global.

Kekuatan Bakpia Pathok 25 terletak pada konsistensinya dalam menjaga warisan dan eksklusivitas rasa. Wamenekraf mendorong transformasinya menjadi entitas IP yang kolaboratif. Ini dilakukan dengan mengintegrasikan narasi sejarah Yogyakarta ke dalam desain kemasan artistik dan strategi digital.

Produk pangan lokal ini tidak lagi sekadar komoditas, melainkan media romansa budaya yang relevan bagi generasi muda. "Pangan lokal ini adalah sekeping kenangan autentik khas Jogja yang tak boleh kehilangan jati dirinya meski diproduksi dalam jumlah besar," ujar Wamenekraf Irene.

Melalui sinergi kreatif, tradisi dapat dirawat agar terus berlanjut. Hal ini juga dapat memikat hati masyarakat masa kini. Yogyakarta, sebagai gudangnya kreativitas, memiliki pilar seperti Bakpia Pathok 25 dan Dagadu yang membuktikan produk lokal bisa bertahan melintasi dekade.

Tantangan ke depan bukan hanya soal produksi, melainkan bagaimana mengelola kekayaan intelektual (IP) secara efektif. Tujuannya agar IP tetap relevan dan memiliki nilai tambah di pasar global yang semakin dinamis. Adaptasi tanpa kehilangan jati diri asli menjadi fokus utama.

Wamenekraf Irene berharap kesuksesan Bakpia Pathok 25 dan Dagadu dapat menjadi inspirasi. Terutama bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) muda di Yogyakarta. Mereka diharapkan lebih berani dalam membangun dan mematenkan kekayaan intelektual sejak dini.

Inisiatif ini penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Dengan demikian, IP lokal dapat terus berkembang dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi