Wamen Ekraf Tegaskan Peran Musik sebagai Kekuatan Strategis Ekonomi Kreatif Nasional
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan pentingnya peran musik sebagai kekuatan strategis yang mengakselerasi ekonomi kreatif Indonesia, mendorong kolaborasi dan daya saing global.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, baru-baru ini menegaskan bahwa subsektor musik merupakan kekuatan strategis yang vital dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri konser perayaan 25 tahun perjalanan musikal Andien di Jakarta pada Sabtu malam, 16 November.
Menurut Irene, musik bukan hanya sekadar bentuk hiburan semata, melainkan juga berfungsi sebagai instrumen penting untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Ia menyoroti bagaimana konser berskala besar menjadi indikator kuat ketangguhan ekosistem kreatif nasional.
Melalui pandangan tersebut, Kementerian Ekraf berkomitmen untuk terus memperkuat berbagai inisiatif strategis. Tujuannya adalah mendorong sektor musik agar mampu menggerakkan nilai ekonomi, sosial, dan budaya secara simultan, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional.
Musik sebagai Jembatan Kolaborasi dan Kekuatan Ekonomi
Irene Umar menggarisbawahi bahwa musik memiliki peran fundamental sebagai jembatan kolaborasi yang efektif antar berbagai talenta dan disiplin ilmu. "Musik adalah jembatan kolaborasi. Di panggung seperti ini kita melihat pertemuan talenta, teknologi, dan kreativitas lintas disiplin yang menghasilkan nilai ekonomi," kata Irene dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ia juga menilai bahwa keberhasilan pertunjukan konser berskala besar menjadi contoh konkret bagaimana musik mampu menggerakkan roda ekonomi. Setiap konser melibatkan rangkaian produksi yang kompleks, mulai dari penciptaan karya musik itu sendiri hingga desain panggung yang inovatif.
Selain itu, tata artistik yang memukau, fesyen yang mendukung penampilan, teknologi pertunjukan yang canggih, hingga manajemen hak kekayaan intelektual (HKI) turut membentuk rantai nilai kreatif yang saling terhubung. Semua elemen ini bekerja bersama untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi penonton, sekaligus menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan.
Ekosistem Kreatif Tangguh dan Rantai Nilai Terintegrasi
Wakil Menteri Ekraf Irene Umar menyoroti secara spesifik bagaimana rangkaian produksi konser besar menggambarkan ketangguhan ekosistem kreatif Indonesia. Proses ini melibatkan berbagai sektor yang saling mendukung, mulai dari seniman, desainer, teknisi, hingga pelaku bisnis.
Ia menekankan bahwa setiap komponen, mulai dari karya musik itu sendiri, desain visual panggung, tata artistik yang detail, pilihan fesyen para penampil, hingga penggunaan teknologi pertunjukan terkini, semuanya menampilkan sebuah rantai nilai kreatif yang terintegrasi. Rantai ini tidak hanya saling terhubung tetapi juga terus bertumbuh dan berkembang.
Keberhasilan pertunjukan konser, menurut Irene, adalah bukti nyata bagaimana musik memiliki kekuatan untuk menggerakkan nilai ekonomi, sosial, dan budaya secara bersamaan. Hal ini menunjukkan bahwa investasi dalam subsektor musik dapat memberikan dampak multidimensional yang positif bagi kemajuan bangsa.
Penguatan Kolaborasi Hexahelix untuk Indonesia Emas 2045
Untuk mencapai potensi maksimal sektor musik, Irene Umar kembali menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi model hexahelix. Kolaborasi ini melibatkan enam pilar utama: pemerintah, pelaku industri, komunitas kreatif, akademisi, media, dan mitra internasional.
Model kolaborasi ini dianggap sebagai fondasi esensial untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global, khususnya dalam konteks ekonomi kreatif. Kementerian Ekraf secara aktif memperkuat berbagai inisiatif strategis, termasuk peningkatan kompetensi pelaku kreatif melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan.
Selain itu, Kemenparekraf juga fokus pada penguatan rantai pasok industri musik dan mendorong kolaborasi lintas sektor serta kemitraan global. Langkah-langkah ini merupakan bagian integral dari strategi besar menuju visi Indonesia Emas 2045, di mana sektor kreatif diharapkan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Inilah ekosistem kreatif yang ingin kita bangun. Kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dan peningkatan kapasitas pelaku kreatif, kita membuka peluang yang lebih besar bagi talenta Indonesia untuk naik kelas dan menembus pasar internasional,” ujar Irene, mengakhiri pernyataannya dengan optimisme terhadap masa depan industri musik Indonesia.
Sumber: AntaraNews