Wali Kota Medan Dorong Pembangunan Trotoar Inklusif, Prioritaskan Akses Difabel

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menekankan pentingnya Pembangunan Trotoar Inklusif di delapan ruas jalan, memastikan fasilitas ramah bagi penyandang disabilitas dan semua pengguna.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wali Kota Medan Dorong Pembangunan Trotoar Inklusif, Prioritaskan Akses Difabel
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menegaskan pentingnya pembangunan trotoar inklusif yang ramah difabel. Hal ini untuk mewujudkan infrastruktur kota yang berkualitas bagi seluruh warga. (AntaraNews)

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas memberikan arahan tegas terkait proyek pembangunan trotoar di wilayahnya. Ia meminta agar setiap pengerjaan infrastruktur memperhatikan secara serius aksesibilitas bagi penyandang disabilitas guna mewujudkan infrastruktur yang inklusif. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kota yang benar-benar ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Arahan tersebut disampaikan Rico Waas setelah memimpin rapat koordinasi penataan trotoar di sejumlah lokasi di Medan pada Kamis (02/4). Pemerintah kota berencana untuk segera memulai penataan di delapan ruas jalan utama di Kota Medan. Penekanan pada akses difabel menjadi prioritas utama dalam konsep Pembangunan Trotoar Inklusif ini.

Rico Waas menegaskan bahwa trotoar bukan hanya sekadar jalur pejalan kaki, melainkan harus menjadi fasilitas multifungsi. Konsep pembangunan harus matang, mencakup ruang hijau, penerangan yang memadai, serta akses yang baik untuk semua pengguna, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas. Ini adalah bagian dari upaya peningkatan kualitas kota.

Wali Kota Rico Tri Putra Waas secara eksplisit menyatakan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur yang merata dan adil. Ia menekankan bahwa trotoar yang akan dibangun harus dirancang untuk melayani semua warga, termasuk penyandang disabilitas. Ini merupakan langkah konkret menuju terwujudnya Kota Medan yang lebih ramah disabilitas dan mendukung Pembangunan Trotoar Inklusif.

Pentingnya aksesibilitas ini bukan hanya sekadar memenuhi standar teknis, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi. Rico Waas meminta jajarannya untuk tidak terburu-buru dalam pengerjaan tanpa perencanaan yang jelas dan komprehensif. Perencanaan yang matang akan mencegah ketidaknyamanan bagi masyarakat serta memastikan kualitas hasil akhir yang optimal.

"Trotoar harus dibangun untuk semua pengguna termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas," ujar Rico Waas. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa inklusivitas adalah inti dari setiap proyek pembangunan trotoar di Medan. Kualitas infrastruktur harus sejalan dengan peningkatan skala kota yang terus berkembang.

Rico Waas juga menambahkan, "Dengan memperhatikan segala aspek, termasuk akses bagi penyandang disabilitas, diharapkan pembangunan infrastruktur di wilayah ini makin berkualitas. Jangan lagi kita bangun trotoar biasa. Skala Kota Medan harus naik, kualitasnya juga harus naik." Ini menunjukkan visi jangka panjang untuk infrastruktur kota.

Pemerintah Kota Medan akan segera memulai penataan trotoar di delapan ruas jalan, dengan fokus pada konsep yang komprehensif dan berkelanjutan. Wali Kota Rico Waas menginginkan setiap aspek pembangunan dipertimbangkan secara cermat sejak awal. Hal ini termasuk desain yang ramah pengguna, fungsionalitas, dan estetika kota yang lebih baik.

Selain aksesibilitas, Pembangunan Trotoar Inklusif juga diharapkan memiliki elemen pendukung lainnya. Rico Waas menyebutkan pentingnya ruang hijau dan penerangan yang cukup sebagai bagian integral dari desain trotoar modern. Elemen-elemen ini akan meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan pengalaman bagi pejalan kaki di seluruh kota.

"Trotoar itu bukan sekadar jalan kaki, tetapi harus ada ruang hijau, penerangan, dan akses yang baik untuk semua, termasuk penyandang disabilitas," kata Rico Waas. Ia berharap pembangunan ini akan mengangkat kualitas infrastruktur kota secara signifikan. Dengan demikian, trotoar di Medan tidak lagi "biasa" melainkan berstandar tinggi dan menjadi contoh bagi kota lain.

Wali Kota juga menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan harus dilakukan dengan hati-hati dan penuh perhitungan. Ia tidak ingin proyek ini menimbulkan masalah baru atau ketidaknyamanan bagi warga yang menggunakan fasilitas publik. Proses yang terencana dengan baik akan memastikan hasil yang optimal dan berkelanjutan untuk jangka panjang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi