Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wali Kota Makassar Tetap Pilih GeNose untuk Skrining Covid-19

Wali Kota Makassar Tetap Pilih GeNose untuk Skrining Covid-19 Penumpang jalani tes GeNose di Terminal Poris Plawad. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pemerintah Kota Makassar tetap akan menggunakan GeNose untuk melakukan skrining Covid-19, meski sejumlah daerah sudah menghapus. Keputusan Pemkot Makassar tetap menggunakan GeNose saat skrining saat dilakukan tracing karena alasan anggaran.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan penggunaan GeNose saat skrining lebih bisa menghemat anggaran dibandingkan jika menggunakan Rapid Antigen maupun PCR. Dengan GeNose, pihaknya bisa lebih banyak dalam pengadaan.

"Antigen cukup mahal. Kalau kita pakai antigen semua, uang tidak cukup," ujarnya, Sabtu (3/7).

Ia menjelaskan GeNose di pasaran hanya seharga Rp30 ribu, sementara untuk Rapid Antigen dan PCR bisa menghabiskan anggaran Rp 150 ribu sampai 1 juta. "Bayangkan bedanya harga antara GeNose, Antigen, dan PCR," kata dia.

Meski demikian, Danny Pomanto sapaan akrabnya mengatakan nantinya jika ada warga yang terdeksi Covid-19 saat skrining menggunakan GeNose, pihaknya akan langsung mengarahkan untuk rapid antigen maupun PCR.

"Nanti kalau ada warga terdeteksi, maka kita juga punya antigen dan PCR. Karena hanya dengan PCR mampu mendeteksi varian baru Covid," kata politisi NasDem ini.

Sebelumnya, Pemkot Makassar meluncurkan Satgas Detektor. Satgas ini menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan menekan penyebaran Covid-19 di Kota berjuluk Angin Mammiri ini.

Sekadar diketahui, sejumlah daerah seperti Provinsi Bali sudah tidak lagi menggunakan GeNose untuk surat keterangan perjalanan. Pasalnya, tingkat akurasi GeNose dalam mendeteksi Covid-19 sangat rendah.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP