Waktu Pemungutan Suara Habis, Ratusan Pasien di RSUD Bekasi Tak Mencoblos

Jumat, 19 April 2019 00:04 Reporter : Adi Nugroho
Waktu Pemungutan Suara Habis, Ratusan Pasien di RSUD Bekasi Tak Mencoblos Penyimpanan Logistik Pemilu 2019. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Ratusan pasien di RSUD Kota Bekasi tak bisa menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019. Penyebabnya, waktu pemungutan suara telah habis ketika petugas datang ke sana.

"Kami sudah mengupayakan, karena waktu yang sangat tidak memungkinkan," kata Kepala Bagian Kesekretariatan RSUD Kota Bekasi Yuli Swastiawati, Kamis (18/4).

Yuli sejak pagi telah berkoordinasi dengan panitia pemungutan suara (PPS) di Kelurahan Margajaya, Bekasi Selatan. Awalnya petugas justru meminta formulir A 5 sebagai syarat mencoblos di luar domisili dalam DPT.

"Orang sakit kan tidak direncanakan, sehingga pasien tidak punya formulir A5," lanjutnya.

Karena itu, menurut dia, pasien di RSUD diputuskan dapat menggunakan hak pilihnya, dengan syarat memakai KTP elektronik. Konsekuensinya, kata dia, pemungutan suara di sana dilakukan pukul 12.00 WIB.

"Tapi, waktunya sangat tidak memungkinkan, ketika petugas waktunya sudah habis pukul 13.00 WIB," terang dia.

Yuli memastikan hanya pasien yang tak bisa menggunakan hak pilihnya. Adapun karyawan di rumah sakit sepakat menggunakan hak pilih di rumah masing-masing, sehingga diputuskan tidak dibuatkan TPS khusus.

Komisioner KPU Kota Bekasi, Pedro Purnama Kalangi mengatakan, sebelumnya lembaganya telah memutuskan untuk membuat TPS khusus di RSUD Kota Bekasi. Bahkan, keputusan dibuatkan lokasi pemungutan suara di sana telah disetujui di rapat pleno 17 Februari.

"Pada 6 Maret, kami menerima surat pembatalan dari RSUD," ujar Pedro.

Oleh karena itu, pada prinsipnya proses pemungutan suara di rumah sakit selama tidak ada TPS di sana, maka penanganan dilakukan di TPS sekitarnya. Tetapi dengan catatan selama ketersediaan surat suara masih ada. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini