Wahyu Babak Belur Usai Mencuri Helm di Asrama TNI

Sabtu, 16 Maret 2019 00:04 Reporter : Saud Rosadi
Wahyu Babak Belur Usai Mencuri Helm di Asrama TNI Pelaku pencuri helm. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Wahyu Indrawan (19), warga Jalan Banggeris, Samarinda, benar-benar bernyali. Dalih buat makan, dia nekat mencuri helm di asrama TNI AD, di Jalan Pirus, Samarinda. Ulahnya tepergok, dan jadi babak belur dihajar warga.

Dalam kondisi luka-luka usai dihajar warga, pagi tadi, warga menyerahkan Wahyu ke petugas Polsek Samarinda Kota. Sebelumnya, dia diamankan di asrama TNI selama 24 jam.

Peristiwa itu sendiri terjadi Kamis (14/3) dini hari. Di tengah suasana sepi, dia masuk ke perumahan asrama TNI di Jalan Pirus. Perkiraan dia tidak terlihat warga asrama TNI ternyata salah. Dia pun tepergok warga asrama.

Usai diamankan di dalam gang kawasan asrama TNI, sehari semalam juga dia diamankan di dalam area asrama. Diketahui, sebelum beraksi di asrama, dia lebih dulu mencuri helm di tempat lain.

"Saya diantar teman, kemudian saya masuk ke dalam asrama. Saya tahu itu asrama TNI. Saya kira, kampung biasa," kata Wahyu, ditemui di Mapolsek Samarinda Kota, Jumat (15/3).

Wahyu yang kesehariannya kerja di pencucian motor itu, punya alasan mencuri helm. "Saya enggak punya uang. Uangnya (uang hasil jual helm) buat makan. Helmnya dijual di kawasan pasar. Tergantung kondisinya, bisa Rp 20 ribu, bisa Rp 50 ribu," ungkap Wahyu, sambil menambahkan dia mengambil helm yang terparkir di asrama.

Dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota Ipda Abdillah Dalimunthe menerangkan, Wahyu masuk ke asrama mencuri helm. "Sebelumnya, dia sempat ambil helm di Jalan Lambung Mangkurat. Kita lakukan pembinaan, kita lidik kalau ada tindakan pencurian lainnya," kata Abdillah. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Pencurian
  2. Samarinda
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini