Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wagub Jambi mengklaim tak tahu ada uang ketok palu di APBD 2018

Wagub Jambi mengklaim tak tahu ada uang ketok palu di APBD 2018 Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar usai diperiksa KPK. ©2018 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar mengaku tidak mengetahui uang 'ketok palu' terkait pembahasan APBD di DPRD Jambi. Dia mengaku, saat operasi tangkap tangan (OTT) dirinya tak berada di lokasi.

Dalam kasus ini, KPK telah mengamankan Rp 4,7 miliar atas tindak pidana suap yang diduga melibatkan anggota DPRD Jambi, Supriono. Diduga uang 'ketok palu' terhadap pembahasan pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi tahun anggaran 2018, mencapai Rp 6 miliar.

Selain Supriono, KPK telah menetapkan tiga tersangka lainnya yakni Plt Kadis PUPR Pemprov Jambi Arfan, Asisten Daerah III Pemprov Jambi Saifudin, dan Plt Sekda Pemprov Jambi Erwan Malik.

"Terus terang anak buah kita memang ada beberapa orang (yang OTT) kan oleh karena itu kebetulan saya tidak ada ditempat waktu itu saya sedang ada di Jakarta acara dengan Bank Indonesia. Jadi oleh karena itu kita berdoa saja lah mudah mudahan kedepan lebih baik lagi," kata Fachrori usai diperiksa KPK, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/1/2018).

"Makanya Wakil Gubernur ini boleh dikatakan nggak ada ikut campur," tambahnya.

Dia juga mengaku Gubernur Jambi Zumi Zola tidak melibatkannya dalam pembahasan APBD. Fachrori pun menekankan tak menerima uang sama sekali terkait korupsi tersebut. "Saya nggak nggak, Naudzubilah. Saya nggak mau berdosa nggak mau berbohong nggak ada nggak ada sama sekali," tukasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP