Korban merupakan anak pemilik warung.
Sebuah video seorang pria yang diduga sebagai tenaga kesehatan rumah sakit di Jalan Minasa Upa Makassar memukul seorang anak balita viral di media sosial. Aksi pemukulan dilakukan pelaku inisial M saar bermain catur terekam CCTV warung kopi di Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Makassar.
Advertisement
"Saat itu anak ku ambil biji catur dan tiba-tiba dia langsung menampar. Bahkan sampai terjatuh anak ku," ujarnya kepada wartawan.
Tak puas usai memukul korban, M bahkan membentak. Padahal, kata Agus, dirinya sudah meminta maaf karena anaknya mengganggu.
"Saya sempat minta maaf dan perbaiki catur. Tapi ini dia membentak terus, sembarang dia bilang segala macam,” bebernya.
Advertisement
Usai kejadian tersebut, pelaku tanpa rasa bersalah langsung keluar dari warkop. Agung mengaku sempat meenunggu itikad baik pelaku, tetapi malah mengancam karena video CCTV tersebut viral di media sosial
"Dia sempat mengancam gara-gara itu video viral. Saya tunggu itikad baiknya untuk meminta maaf," tegas dia.
Advertisement
"Luka lecet di bibirnya gara-gara terbentur di kursi. Saya sudah lapor (polisi) hari Kamis malam," ungkapnya.
Advertisement
Agung mengaku mengenal sosok pelaku yang memukul anaknya. Ia menyebut pelaku sering nongkrong di warkop miliknya. "Iya dia sering di sini main. Katanya dia pegawai di rumah sakit di Minasa Upa," ucapnya.
Advertisement
Sementara Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Inspektur Satu Alim Bahri membenarkan terkait laporan tindak kekerasan terhadap anak yang viral di medsos. Alim menyebut sosok yang dilaporkan melakukan kekerasan terhadap anak inisial M. "Berdasarkan laporan sementara pelaku bekerja di rumah sakit. Katanya dia seorang dokter," ungkapnya.
Alim mengaku belum bisa memastikan apakah benar M seorang dokter apa bukan. Ia berasalan masih belum memeriksa M.
"Kita belum ambil keterangannya pelaku. Cuma ditahunya dia dokter," sebutnya.
Advertisement
Alim menambahkan sudah melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. Bahkan, pihaknya sudah melakukan olah TKP.
"Kita sudah olah TKP. Kita lengkapo dulu untuk penyelidikan dan secepatnya yang bersangkutan kita panggil," ucapnya.