'Vina Garut' Rajin Puasa Senin-Kamis Selama di Tahanan

Kamis, 22 Agustus 2019 19:10 Reporter : Mochammad Iqbal
'Vina Garut' Rajin Puasa Senin-Kamis Selama di Tahanan Perempuan pemeran video Vina Garut. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Salah satu tersangka kasus video 'Vina Garut', V (19) rajin ibadah puasa selama di dalam tahanan. Hal itu diungkap oleh kuasa hukum V, Budi Rahadian. V merupakan pemeran perempuan dalam video asusila bersama sejumlah lelaki yang sempat bikin heboh dunia maya.

Budi menyebut, V sering ibadah puasa Senin dan Kamis. Dia juga menyebut bahwa meski hanya tamatan salah satu SMP Negeri di Kabupaten Garut V merupakan salah satu murid berprestasi.

"Secara akademis, V ini cukup bagus walau hanya lulusan SMP. Nilainya di atas 80 bahkan ada yang sampai nilainya 95. Namun karena kondisi keluarganya yang tidak mendukung, hal tersebut menjadikan V ini tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," ujarnya, Kamis (22/8) di Mapolres Garut.

Budi menyebut bahwa sejak V kecil, orangtuanya diketahui sudah bercerai. Hal tersebut pun yang kemudian mendorong V memilih menikah dengan A di tahun 2015 lalu. "Karena sudah tidak diurus oleh kedua orangtuanya," katanya.

Sejak kecil, disebut Budi, V tinggal bersama ibunya dan tidak pernah bertemu dengan ayahnya karena perceraian. "Terakhir bertemu dengan ayah kandungnya saat mau menikah. Setelah itu tidak pernah bertemu lagi dengan ayah kandungnya," ucapnya.

Ajukan Penangguhan Penahanan

Budi juga menambahkan, kondisi kesehatan V saat ini drop, setelah menjalani sejumlah proses pemeriksaan yang harus dilaluinya. Budi menyebut, permintaan penangguhan penahanan telah diajukan.

"Sekarang kami tinggal menunggu pertimbangan dari penyidik, apakah dikabulkan atau tidak," ujarnya.

Budi menyebut bahwa kondisi V secara fisik memang terlihat seperti sehat dan tidak mengalami sakit sama sekali. Namun menurutnya yang terganggu adalah mentalnya. Hal tersebut terjadi setelah ia tahu bahwa video adegan ranjangnya dengan sejumlah lelaki tersebar di media sosial.

"Secara psikologis sudah kena sehingga kami meminta penangguhan penahanan kepada penyidik. Proses penangguhan penahanan ini nantinya akan digunakan untuk proses pemulihan yang bersangkutan," katanya.

Selama ini, disebut Budi, kliennya selalu kooperatif dalam memberikan keterangan kepada penyidik kepolisian. Selain itu, ia juga selalu menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan. Namun menurutnya, azas praduga tidak bersalah tetap harus dijunjung dalam proses penyidikan kasus tersebut. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini