Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan, pemerkosaan terhadap perempuan memang pernah terjadi dalam kerusuhan Mei 1998. Namun, ia menolak penggunaan istilah "pemerkosaan massal" jika tidak dibuktikan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).
Menurutnya, istilah "massal" memiliki implikasi serius yang hanya tepat jika merujuk pada peristiwa sistematis dan brutal seperti tragedi Nanjing oleh tentara Jepang atau kekejaman tentara Serbia terhadap warga Bosnia.
Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi PDIP, Maria Yohana Esti Wijayanti menanggapi, pernyataan Fadli Zon ini telah menjadi polemik di tengah masyarakat. Maka dari itu, dia mendesak Fadli Zon untuk meminta maaf kepada masyarakat.