Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menerima curhatan dari sopir angkot wilayah Bogor, yang mengaku uang insentif lebaran dipotong Rp200.000 oleh oknum Dishub dan Organda.
Dedi Mulyadi pun memberikan kompensasi pada supir angkot tersebut sebesar Rp1 juta dan paket sembako senilai Rp500.000 per sopir angkot. Namun diduga uang kompensasi tersebut dipotong oknum sebesar Rp200.000 per orang.
Mengatahui hal tersebut, Demul mengaku kejadian yang dilakukan oknum Dishub dan Organda tersebut merupakan bagian dari premanisme.
"Itu preman yang berbaju seragam itu. Nanti Bapak kalua kemudian saya proses, saya minta polisi nangkap orang-orang yang motonginnya bapak bersedia jadi saksi iya," kata Demul dikutip dari akun YouTubenya, Jumat (4/4).