KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Usut keterlibatan jenderal, KPK siap mendampingi Polri temui Novel

Senin, 19 Juni 2017 19:48 Reporter : Nurul Afrida
Kapolri di KPK. ©2017 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo akan mendampingi tim dari Polri untuk menemui Novel Baswedan di Singapura. Tujuan tim ini adalah untuk mengonfirmasi terkait pernyataan penyidik senior KPK itu terkait adanya keterlibatan jenderal dalam kasus penyiraman air keras.

Agus mengatakan, akan melakukan koordinasi terkait rencana keberangkatan tim Polri ke Singapura. Karena pertemuan dengan Novel tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba, harus dengan persetujuan dokter di sana.

"Nanti kalau kita ke Singapura, kita koordinasikan dokternya. Bahkan mungkin untuk menenangkan Novel saya menawarkan diri ke sana, saya akan mendampingi timnya berangkat ke Singapura," katanya saat konferensi pers di kantornya KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (19/6).

Koordinasi dengan dokter diperlukan mengingat masih kondisi Novel masih membutuhkan istirahat total. Selain itu, Novel juga masih sulit melakukan aktivitas karena segala kegiatan dapat mempengaruhi matanya.

"Dalam beberapa kesempatan, tidak pada pemeriksaan pun, kadang-kadang mempengaruhi recovery mata Novel," tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, dirinya telah memantau pernyataan dari Novel Baswedan kepada media asing. Karena penyidik KPK itu menyatakan ada petinggi Polri yang ikut terlibat atas penyerangan dirinya.

Tito mengatakan, pihaknya akan mendatangi KPK untuk berkoordinasi terkait kasus tersebut. Rencananya pertemuan tersebut akan dilakukan pada Senin, 19 Juni 2017 besok.

"Saya sudah monitor juga pernyataan itu, prinsip kita tentu kita akan dalami tapi mungkin nanti kita akan koordinasikan dengan KPK dan mungkin Senin kita akan ke KPK ," katanya di Mabes Polri, Jumat (16/6).

Dia mengungkapkan, ada dua hal yang akan dibahas dalam pertemuannya dengan KPK nanti. Salah satunya adalah mengenai pernyataan Novel di laman salah satu media asing.

"Ada dua hal ya, pertama koordinasi pengembangan penyidikan kasus Novel dan yang kedua adalah mengenai pernyataan itu," ujarnya.

Lebih jauh, menurut mantan Kapolda Metro Jaya ini, pihaknya akan mengirimkan tim untuk menemui Novel di Singapura. Bahkan dengan tegas, Tito ingin memastikan kebenaran dari ucapan Novel tersebut.

"Nanti kita akan mengirimkan tim ke saudara Novel, yang dimaksudkan dia kalau ada oknum Jenderal yang mana, dan buktinya apa? itu yang penting," tuturnya.

Tito memastikan, pihaknya akan terbuka jika memang ditemukan indikasi pejabat tinggi Polri ikut terlibat dalam kasus tersebut.

"Sebut namanya siapa? Buktinya apa? Kalau ada buktinya, kita akan proses dan kita akan terbuka untuk itu," tegasnya.

Namun, Dia menyayangkan jika ternyata pernyataan Novel tersebut tidak memiliki bukti akan berdampak buruk. Salah satunya adalah tumbuhnya rasa tidak saling percaya antar masing-masing anggota Polri.

"Kalau tidak terbukti itu yang saya sayangkan nanti institusi Kepolisian bisa negatif dan di dalam institusi pun bisa saling curiga mencurigai, nah itu yang saya tidak mau," tutupnya. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.