Taman Balekambang Solo, Jawa Tengah kembali dibuka setelah ditutup selama 5 bulan untuk renovasi. Seusai renovasi dengan anggaran Kementerian Pariwisata sebesar Rp1,8 miliar, taman yang dibangun KGPAA Mangkunegara VI tahun 1921 itu kembali dikunjungi wisatawan mulai 1 Januari 2021 lalu.
Kendati demikian, pengelola tetap memberlakukan protokol kesehatan dan membatasi jumlah penonton acara yang digelar di lokasi tersebut. Sejumlah acara yang Akan digelar adalah pertunjukan seni budaya.
"Nanti ada pentas sendratari Ramayana dan ketoprak. Tapi kami batasi jumlah penontonnya hanya 500 orang. Kalau sebelum pandemi Covid-19 penontonnya bisa sampai 2.000 atau 3.000 orang," ujar Kepala UPT Kawasan Wisata Taman Balekambang Solo, Sumeh, Kamis (7/1).
Menurut dia, Sendratari Ramayana hanya akan dipentaskan saat malam bulan purnama di open stage atau panggung terbuka pada pukul 19.30 WIB. Untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan saat pembelian tiket, pengelola taman memberlakukan pembelian tiket secara online.
"Yakni melalui website Loket.com dan dibatasi hanya 500 orang saja. Biasanya satu atau dua hari sebelum pertunjukan sudah habis tiketnya. Warga yang tidak bisa menyaksikan langsung bisa melihat melalui kanal Youtube Balkam TV," katanya.
Sementara itu untuk pertunjukan ketoprak hanya dipentaskan seminggu sekali. Pertunjukan budaya itu dilakukan di gedung kesenian Taman Balekambang dengan menerapkan jaga jarak antar penonton.
Sumeh menambahkan, selain protokol kesehatan, pihaknya juga melarang anak-anak usia di bawah 15 tahun, lansia di atas usia 59 tahun serta ibu hamil untuk masuk ke area Taman Balekambang. Hal tersebut sesuai dengan aturan dari Pemerintah Kota Solo.
"Untuk pengunjung tidak kita kenakan biaya masuk alias gratis sesuai dengan Perda. Kecuali mereka yang akan menggunakan spot-spot di taman ini seperti gedung pertunjukan, open stage dan lokasi lain untuk acara gathering, pernikahan, prewedding, foto-foto, tetap dikenakan retribusi," terangnya.
Besaran retribusi bermacam-macam, seperti penggunaan gedung pertunjukan biaya retribusi yang dikenakan sebesar Rp 2 juta untuk siang hari dan Rp2,5 juta untuk malam hari, open stage sebesar Rp750.000. Sedangkan penggunaan lokasi di Balai Tirta biaya retribusi sebesar Rp200.000, untuk di kolam sebesar Rp600.000.
"Selama enam jam pertama. Kalau untuk prewedding dikenakan retribusi sebesar Rp75.000," jelasnya.
Sejak dibuka kembali, dikatakan Sumeh, taman seluas 11, 5 hektar itu, belum banyak pengunjung yang datang. Pada hari pertama dibuka hanya 81 orang saja, sedangkan tanggal 2 dan 3 Januari masing-masing hanya 175 orang saja.
"Sebelum pandemi Covid bulan Maret, atau bulan Januari dan Februari 2020 jumlah pengunjung mencapai 150 ribu orang," ucapnya.
Di taman tersebut, pengunjung bisa menikmati udara yang segar karena banyak pohon-pohon besar di kawasan tersebut. Puluhan ekor kijang juga dibiarkan berkeliaran di kawasan taman. Selain itu juga ada taman bermain untuk anak-anak.