Usai Putusan MA, PSI Siap Jadi Penjamin Pembebasan Bersyarat Meiliana

Senin, 8 April 2019 20:27 Reporter : Fikri Faqih
Usai Putusan MA, PSI Siap Jadi Penjamin Pembebasan Bersyarat Meiliana Terdakwa penodaan agama di Tanjung Balai menangis saat sidang vonis. ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap menjamin pembebasan bersyarat Meliana, terpidana kasus penodaan agama di Tanjung Balai, Sumatera Utara, pada Mei 2019. Ini menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak permohonan kasasi yang diajukan Meiliana.

"PSI mendorong Ibu Meiliana untuk mengajukan cuti bersyarat (CB), yang memberi kesempatan untuk bebas bersyarat setelah menjalani dua per tiga masa hukumannya, yang jatuh pada Mei 2019," kata juru bicara PSI Surya Tjandra, Senin (8/4).

Dia mengungkapkan, pihaknya juga siap menjadi penjamin dengan memberikan jaminan moral dan hukum bagi Meiliana untuk mendapatkan bebas bersyarat.

"PSI akan berkoordinasi dengan tim kuasa hukum Ibu Meiliana di Medan dan memastikan dipenuhinya pengajuan cuti bersyarat tersebut," ujarnya.

Tjandra menyesalkan putusan MA yang tidak mempertimbangkan argumen pembelaan hukum serta tidak sensitif terhadap masukan dari masyarakat, termasuk dari Komnas Perempuan.

Selain itu, PSI pernah mengajukan amicus curiae (sahabat pengadilan) untuk memberi dukungan kepada Meiliana melalui Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini di tingkat banding di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara.

"PSI menegaskan komitmen untuk berjuang melawan kasus-kasus intoleransi dan kekerasan berdasarkan prasangka maupun keyakinan. Tugas kita semua untuk terus ingat adanya kasus ini, dan memastikan hukum bisa berdiri tegak untuk semua golongan," tutup Tjandra.

Seperti diketahui, MA menolak permohonan kasasi perkara Meiliana yang mengkritik volume azan dan dinilai menista agama di Tanjung Balai, Sumatra Utara. Kasasi Meiliana diputus majelis hakim yang diketuai Hakim Agung, Desnayeti, dengan hakim anggota,Gazalba Saleh dan Sofyan Sitompul, pada 27 Maret 2019.

Sebelumnya Pengadilan Negeri Medan, Sumatra Utara, menghukum Meiliana 18 bulan penjara. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini