Usai kerusuhan di Mako Brimob, 1 polisi tewas, 2 terduga teroris ditembak

Sabtu, 12 Mei 2018 07:30 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Usai kerusuhan di Mako Brimob, 1 polisi tewas, 2 terduga teroris ditembak Penjagaan Mako Brimob. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Setelah penyanderaan polisi, insiden berdarah kembali terjadi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Seorang anggota Brimob bernama Bripka Marhum Prencje tewas ditikam, Tendi Sumarno (TS) di halaman kantor Intelmob Kelapa Dua Cimanggis, Depok, Jumat (11/5) dini hari.

Korban tewas saat patroli di depan RS Bhayangkara pascakerusuhan narapidana teroris di Rutan Salemba Cabang Mako Brimob Kelapa Dua, sejak Selasa (8/5) malam hingga Kamis (10/5) pagi. Keberadaan pelaku di sekitar RS Bhayangkara saat itu dicurigai korban yang kemudian menghubungi dua rekannya.

Pelaku kemudian digiring ke Kantor Sat Intel Kor Brimob. Tiba-tiba, pelaku mengeluarkan pisau yang disembunyikan di pakaian dalamnya dan menusuk Bripka Marhum Prencje. Melihat korban bersimbah darah, dua rekannya menembak pelaku hingga tewas. Korban bersama pelaku langsung dibawa menuju RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan Autopsi.

Insiden dialami korban berselang beberapa jam setelah kepolisian menghentikan kerusuhan narapidana teroris disertai penyanderaan polisi di Rutan Salemba Cabang Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Lima anggota polisi gugur dalam insiden berdarah tersebut.

Seorang polisi dibebaskan setelah dibarter dengan nasi bungkus atas permintaan narapidana teroris. Sementara seorang teroris tewas.

Kepolisian menyebut tak ada negosiasi dalam operasi penyanderaan tersebut. 155 narapidana teroris menyerahkan diri setelah diultimatum kepolisian. 145 narapidana kini dipindahkan ke Lapas di Nusakambangan, Jawa Tengah. Sementara 10 lainnya masih ditahan di Mako Brimob.

Bala bantuan JAD dari Bekasi ditembak mati

Sementara itu, empat terduga teroris anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dilumpuhkan anggota Densus, Kelapa Dua, Depok. Keempatnya hendak mendatangi Mako Brimob sebagai reaksi bentrokan yang terjadi antara narapidana teroris dengan anggota Densus.

"Kejadian Kamis 10 Mei 2018, sekitar 01.35 di Jalan Stasiun Mekarsari Tambun, Bekasi, polisi mendapat informasi intelijen, bahwa akan ada sekelompok orang yang akan menuju Mako Brimob untuk membantu rekan-rekan napi teroris yang melakukan perlawanan kepada petugas di rutan. Dari hasil informasi intelijen tersebut, polisi bergerak dan menangkap 4 orang," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di kantornya, Jumat (11/5).

Pihak Kepolisian langsung membawa 4 orang tersebut ke Jakarta, untuk dilakukan penyelidikan. Akan tetapi 2 tersangka berinial RA dan JG melakukan perlawanan. Bahkan mencoba mengambil senjata para anggota. Dua diduga teroris tersebut pun ditembak petugas.

"Kemudian anggota melakukan tindakan tegas dan terukur, sesuai dengan prosedur yang mengakibatkan luka tempak kepada terduga terori atas nama RA dan JG tersebut. Keduanya, dibawa ke RS Bhayangkara, namun setelah lebih kurang 2 jam mendapatkan perawatan, RA dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan JG masih dalam perawatan," kata Setyo.

Sejumlah barang bukti diamankan dari para tersangka. Di antaranya, sebuah sangkur, sebuah belati, amunisi kaliber 9 mm, sebanyak 25 butir. Paku tembak 25 buah, ketapel 2 buah, kemudian busur besi sebanyak 3 buah. Peluru gotri 69 butir, 2 buah golok, dan peluru senapan angin sebanyak 48 butir. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini