Usai 5 bulan direhabilitasi, kondisi 'Alba' orangutan albino di Kalteng membaik

Orangutan albino diselamatkan di Desa Tanggirang, Kapuas, Kalimantan Tengah, 29 April 2017 lalu. Dia sebelumnya, sempat ditangkap warga, lantaran terlihat berjalan dengan lemah di sekitar ladang warga. Kuat dugaan, dia sebelumnya dipisahkan dari induknya.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Usai 5 bulan direhabilitasi, kondisi 'Alba' orangutan albino di Kalteng membaik
Orangutan albino. ©2017 HO/BOS Nyaru Menteng

Masih ingat orangutan Albino langka, yang ditemukan warga Kapuas, Kalimantan Tengah, saat berladang, April 2017 lalu? Kini, kondisi orangutan Albino yang diberi nama Alba itu, semakin membaik. Dia pun sudah berinteraksi bersama dengan orangutan lainnya."Orangutan Albino ini, satu-satunya yang kami rawat saat ini, di pusat rehabilitasi kami. Dia juga satu-satunya orangutan Albino yang diketahui keberadaannya," kata Juru Bicara Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng Monterado Fridman, dalam keterangan dia kepada merdeka.com, Rabu (20/9).Monterado menerangkan, sejak Alba tiba di pusat rehabilitasi Nyaru Menteng pada (29/4) lalu, sampai saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik."Di usia 5 tahun ini, berat badannya sudah mencapai 17,4 kilogram, dan sudah menyelesaikan masa karantina dan tes kesehatan menyeluruh. Hasilnya baik," ujar Monterado.

Bicara keunikannya dan risiko keberadaannya di alam liar, BOS memutuskan bahwa meski Alba punya usia dan keterampilan cukup untuk ditranslokasi ke hutan, namun potensi ancaman akibat kelangkaannya tetap ada."Seperti risiko kesehatan, terkait albinisme, misal mencakup kurang baiknya penglihatan, pendengaran, dan komplikasi kanker kulit, cukup besar," terang Monterado."Untuk menjamin Alba hidup bebas sesuai kodratnya, kami berencana untuk membuatkan sebuah pulau berhutan sebagai rumahnya kelak, dengan keamanan yang terjaga dari gangguan terutama manusia," ungkapnya."Kami berencana membuat pulau ini seluas setidaknya 5 hektare, yang akan ditinggali Alba, bersama 3 orangutan lain yang sebelumnya pernah dikenalkan dan berinteraksi sangat baik dengan Alba," jelasnya.Di pulau itu nanti, BOS, lanjut Monterado, akan terus mengawasi perkembangannya. "Kami pantau perkembangannya sepanjang waktu, untuk menilai kemampuan adaptasi mereka di habitat alami pulau," katanya.Diketahui, Orangutan albino diselamatkan di Desa Tanggirang, Kapuas, Kalimantan Tengah, 29 April 2017 lalu. Dia sebelumnya, sempat ditangkap warga, lantaran terlihat berjalan dengan lemah di sekitar ladang warga. Kuat dugaan, dia sebelumnya dipisahkan dari induknya.Temuan Albino ini menjadi sangat langka, lantaran sebelumnya hanya mendengar cerita orangtua adanya orangutan berambut dan kulit putih.

Rekomendasi