Urusan hutang ayah, anak diserang preman bawa pedang dan palu

Reporter : Gede Nadi Jaya | Selasa, 10 Januari 2017 23:21
Urusan hutang ayah, anak diserang preman bawa pedang dan palu
Ilustrasi Pengeroyokan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Jika sebelumnya seorang anak dihajar preman di rmah sakit karena masalah hutang ayahnya. Kali ini, kasus serupa terjadi lagi di wilayah hukum Denpasar Barat, Bali.

Abdul Zairobi (23) dan Irfan Mursidi (25) dikeroyok serta dianiaya menggunakan palu dan pedang, oleh sejumlah preman berbadan kekar. Kuat dugaan ini dipicu oleh masalah hutang salah satu dari ayah korban.

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Wisnu Wardana mengatakan, kedua korban saat itu sedang bekerja di bengkel cat mobil di Jalan Wibisana Barat, Denpasar. Kemudian, lanjutnya datang pelaku bernama Dirman bersama seorang rekannya.

"Pelaku bermaksud menemui ayah korban untuk menagih sisa uang hasil penjualan mobil," ungkap Wisnu Wardana, Selasa (10/1).

Saat itu, ayah korban sedang tidak berada di bengkel. Mendengar penuturan tersebut, Dirman bermaksud menyita sepeda motor yang ada di bengkel sebagai jaminan utang.

Hanya saja, keinginannya itu ditolak karena kendaraan itu milik orang lain. "Karena gagal menyita motor, pelaku marah dan menganiaya korban menggunakan pedang dan palu," terangnya.

Akibat penganiayaan itu, Abdul Zairobi mengalami luka robek pada tangan kirinya. Sedangkan, Irfan menderita luka robek pada kedua tangannya.

Keduanya melaporkan kasus pengeroyokan itu ke Polsek Denbar. "Pelaku Dirman sudah ditangkap dan rekannya masih buron," singkatnya.

Baca juga:
Tak terima kalah debat di kelas, mahasiswa S2 aniaya teman wanita
Penganiaya kader PDIP menyerahkan diri
Agus dipukuli pria tak dikenal saat jaga ibu di RSUP Sanglah
Tikam istri, Yudi ditangkap saat keluar dari masjid
Keluarga sebut Widodo dikeroyok saat beli es di warung dekat rumah
Keluarga Widodo sebut salah satu pengeroyok nyeletuk 'nomor 2 haram'
Tiga guru silat tendang dan pukul siswa SMP sampai tewas

[gil]

Rekomendasi Pilihan

KUMPULAN BERITA
# Penganiayaan# Denpasar

Komentar Anda



BE SMART, READ MORE