Unik! Resepsi Diplomatik Indonesia di Beijing Suguhkan Kekhasan Tanimbar, Dubes Kenakan Jas Tenun Tradisional

Resepsi diplomatik HUT ke-80 RI di Beijing sukses memukau tamu dengan suguhan kekhasan Tanimbar, Maluku, serta ragam budaya Nusantara. Simak bagaimana diplomasi budaya ini terjalin!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Unik! Resepsi Diplomatik Indonesia di Beijing Suguhkan Kekhasan Tanimbar, Dubes Kenakan Jas Tenun Tradisional
Resepsi diplomatik HUT ke-80 RI di Beijing sukses memukau tamu dengan suguhan kekhasan Tanimbar, Maluku, serta ragam budaya Nusantara. Simak bagaimana diplomasi budaya ini terjalin! (AntaraNews)

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, China, menggelar resepsi diplomatik meriah pada Jumat (24/10). Acara ini menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Resepsi tersebut secara khusus menonjolkan kekhasan budaya dari Tanimbar, Maluku, yang memukau para tamu.

Duta Besar RI untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, tampil mengenakan jas tenun Tanimbar yang khas. Penampilannya menjadi simbol kebanggaan akan warisan budaya Indonesia. Sekitar 800 tamu penting hadir, termasuk pejabat tinggi pemerintah China dan para diplomat negara sahabat.

Kehadiran Wakil Menteri Luar Negeri China Sun Weidong dan Wakil Menteri Luar Negeri Departemen Internasional Partai Komunis China Sun Haiyang turut memeriahkan acara. Resepsi ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga platform diplomasi budaya yang kuat. Tujuannya adalah mempererat persahabatan dan memperkenalkan kekayaan Nusantara.

Keindahan Tanimbar dalam Balutan Diplomasi

Dubes Djauhari Oratmangun menjadi sorotan dengan jas tenun Tanimbar berwarna biru, hitam, dan emas. Ini menunjukkan komitmen KBRI dalam mempromosikan kekhasan Tanimbar. Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, juga turut hadir dalam acara penting ini. Kehadirannya semakin memperkuat representasi budaya Tanimbar di kancah internasional.

Dalam sambutannya, Dubes Djauhari berharap para tamu dapat menikmati malam yang penuh kesehatan dan kekayaan budaya Indonesia. Ia mengungkapkan kegembiraannya bertemu banyak sahabat dalam perayaan tersebut. Kutipan Konfusius, "Yǒu péng zì yuǎnfāng lái, bù yì lè hū?", yang berarti "menyenangkan mempunyai sahabat yang datang dari jauh," menjadi penekanan. Ini menunjukkan nilai persahabatan yang dijunjung tinggi dalam diplomasi.

Gerai kain tradisional Tanimbar juga menjadi daya tarik utama bagi para undangan. Mereka dapat melihat langsung keindahan dan kerumitan tenun khas dari Maluku ini. Pengenalan kekhasan Tanimbar ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi global terhadap warisan budaya Indonesia. Ini adalah upaya nyata dalam diplomasi budaya.

Harmoni Budaya Nusantara di Panggung Internasional

Selain kekhasan Tanimbar, resepsi ini juga menyuguhkan beragam budaya Nusantara lainnya. Para undangan dihibur dengan berbagai tarian tradisional yang memukau. Tari "Tak Tong Tong" dan "Minang Gembira" dari Sumatera Barat ditampilkan dengan penuh semangat. Ada pula tari "Bajidor Kahot" dari Jawa Barat serta tari "Tor Tor" dari Sumatera Utara.

Mahasiswa Indonesia di Beijing juga turut berpartisipasi dengan membawakan tari kreasi "Indonesia Jaya". Penampilan ini menunjukkan semangat kebangsaan generasi muda di perantauan. Lebih menarik lagi, Yingde Dance, sanggar tari tradisional Nusantara beranggotakan warga Tiongkok, juga tampil. Mereka menunjukkan kefasihan dalam berbahasa Indonesia dan kecintaan pada budaya Tanah Air.

Perpaduan musik tradisional juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini. Paduan musik Indonesia-China dari Central Conservatory of Music (CCOM) Beijing tampil memukau. Kelompok ini dipimpin oleh dosen gamelan Risnandar. Mereka berhasil menciptakan harmoni yang indah antara dua kebudayaan besar.

Visi Indonesia di Kancah Global

Dalam pidatonya, Dubes Djauhari Oratmangun menegaskan visi Indonesia ke depan. Ia menyatakan bahwa bangsa Indonesia akan terus bergerak menuju negara yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sejahtera. Nilai-nilai ini menjadi landasan utama bagi kebijakan luar negeri Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Kebijakan luar negeri bebas aktif Indonesia akan terus dipertahankan di panggung internasional. Ini demi perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan global. Indonesia juga akan terus berperan aktif dalam berbagai forum internasional. Forum-forum tersebut meliputi ASEAN, Perserikatan Bangsa-Bangsa, G20, dan BRICS.

Peran aktif ini mencerminkan dedikasi Indonesia sebagai negara yang bertanggung jawab di dunia. Dubes Djauhari menekankan bahwa nilai-nilai tersebut membentuk peran Indonesia. Ini adalah upaya berkelanjutan untuk memberikan kontribusi positif bagi komunitas global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi