Ungkap Sejarah 6 Batu Nisan Kuno yang Ditemukan, Pemkot Palembang Cari Zuriat
Merdeka.com - Enam batu nisan kuno ditemukan dalam penggalian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang. Untuk mengungkap sejarahnya, penelusuran zuriat atau keturunannya perlu dilakukan.
Saat ini, enam nisan bertuliskan bahasa Arab Melayu itu masih disimpan di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Penelitian dan pengkajian masih dilakukan tim khusus.
Wali Kota Palembang Harnojoyo mengungkapkan, pihaknya menunggu keturunan orang yang tertulis dari nisan tersebut. Dengan demikian diharapkan dapat mengungkap asal usul atau sejarah nisan itu.
"Kita tunggu zuriatnya, mudah-mudahan para zuriat yang tertera di batu nisan kuno ini bisa cepat datang dan mudah-mudahan bisa mengungkap sejarahnya," ungkap Harnojoyo, Kamis (27/1).
Dari dugaan sementara, nisan itu berasal dari Kesultanan Palembang Darussalam yang kental dengan kerajaan Melayu. Hal ini dilihat dari masa yang tertulis, yakni abad 18 dan awal abad 19 Masehi.
"Di nisan ada nama dan tahunnya, kemungkinan dari Kesultanan Palembang Darussalam, tapi perlu penelitian lagi," ujarnya.
Dengan penemuan itu, potensi sejarah yang ada di Palembang dapat terbongkar dan menguatkan bukti kejayaan Palembang tempo dulu. "Kita bisa cari lagi dan dikumpulkan menjadi satu untuk diungkap misterinya," kata dia.
Diketahui, pekerja konstruksi Waskita Karya menemukan tiga nisan kuno beraksara Arab Melayu di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang, Kamis (14/1). Dalam penggalian oleh tim khusus ditemukan lagi satu batu nisan di sekitar lokasi.
Kemudian, ditemukan dua nisan lagi yang sempat terangkut dalam pemindahan tanah galian di Tanjung Barangan Palembang sehingga total ada enam batu nisan yang ditemukan. Ada juga penemuan pecahan logam dan keramik di lokasi.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya