Ungkap Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, Polda Metro Jaya Bentuk Tim Gabungan

Dia mengungkapkan, saat ini tim masih berusaha mencari pelaku tersebut. Sebab usai pembunuhan sadis ini, dua mobil milik korban dinyatakan hilang. Namun tidak ada barang barang berharga milik korban yang hilang.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Ungkap Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, Polda Metro Jaya Bentuk Tim Gabungan
Pembunuhan satu keluarga di Bekasi. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis langsung bertindak cepat dengan membentuk tim atas peristiwa dugaan pembunuhan di Jalan Bojong Nangka 2, RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dalam peristiwa itu, satu keluarga meninggal dunia.

"Ya sudah saya perintahkan bentuk tim gabungan dari Krimum dan Polres Bekasi, dan langsung Dirkrimum (Kombes Nico Afinta) yang pimpin," katanya kepada merdeka.com, Selasa (13/11).

Dia mengungkapkan, saat ini tim masih berusaha mencari pelaku tersebut. Sebab usai pembunuhan sadis ini, dua mobil milik korban dinyatakan hilang. Namun tidak ada barang barang berharga milik korban yang hilang.

"Kita sedang bekerja melakukan penyelidikan baik sebelum kejadian sesaat dan sesudah kejadian," tutupnya.

Sebelumnya, warga Bekasi digegerkan penemuan satu keluarga tewas dibunuh. Korban ditemukan di kediamannya Jalan Bojong Nangka 2 RT 002/07 Kelurahan Jatirahayu Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi.

Diperum Nainggolan (38) dan Maya Ambarita (37) beserta dua anaknya Sarah (9), dan Arya (7) ditemukan tewas dibunuh. Diperum dan istrinya ditemukan di ruang keluarga bagian tengah, keduanya mengalami luka senjata tajam di leher dan luka benda tumpul. Adapun anaknya ditemukan tak bernyawa di kamar, diduga dibekap.

Saksi pertama kali yang melihat adalah Feby Lofa, penghuni rumah kontrakan di belakang tempat tinggal korban. Feby memberanikan diri melongok ke dalam rumah melalui jendela setelah curiga karena sudah siang, tapi penghuni rumah tak terlihat beraktivitas.

Kecurigaan Feby sudah sejak pukul 03.00, sebab perempuan berusia 35 tahun ini sempat melihat bahwa gerbang komplek rumah kontrakan masih terbuka, sedangkan ia mendengar suara televisi masih menyala. Feby sempat memanggil dan menelepon, tapi tak mendapatkan respon. Feby kembali masih ke dalam rumahnya.

Rekomendasi