UN di Kediri Bocor, SMPN 8 Akui 3 siswanya bawa kunci jawaban UN
Merdeka.com - Setelah Kepolisian Resort Kediri Kota menangani kasus bocornya kunci jawaban ujian nasional (UN) untuk SMP hingga keakuratannya mencapai 80 persen, Dinas Pendidikan Kota Kediri akhirnya mengakui adanya kebocoran kunci jawaban tersebut. Dinas pendidikan mengakui adanya tiga pelajar SMP Negeri 8 yang membawa bocoran kunci jawaban UN tersebut. Ketiga pelajar tersebut tetap di izinkan untuk mengikuti UN.
"Untuk masalah hukumnya kita serahkan kepada aparat kepolisian. Sedangan siswanya tetap kita berikan kesempatan untuk mengikuti ujian nasional," kata Kepala Dinas Pendidikan Kediri, Noto, Rabu (7/5).
Lebih lanjut Noto mengatakan, pihaknya dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kota Kediri mengakui bahwa tiga siswanya membawa kunci jawaban matematika dalam ujian nasional pada hari hari kedua UN, Selasa kemarin.
"Mereka hanyalah korban dari pihak tertentu yang berupaya mencari untung dari momen ujian nasional ini," tambahnya.
Ditambahkan Noto, Dinas Pendidikan Kota Kediri maupun sekolah menyerahkan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus bocornya kunci jawaban UN termasuk meringkus pelaku penyebar bocoran kunci jawaban.
Sementara itu, Kepala SMPN 8 Kediri Andi Joko Santoso menambahkan, "Kami sebenarnya sudah memperketat pengawasan serta memberi himbauan kepada siswa-siswi agar tidak mempercayai adanya kunci jawaban ujian nasional,"
Di samping itu, pihak Kepolisian Resort Kota Kediri Kota saat ini sedang melakukan upaya pengusutan pasca ditemukannya mengamankan tiga lembar kunci jawaban dari pelajar SMPN 8 Kediri. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi, di antaranya penjaga keamanan SMPN 8 kediri, Sulih Purnomo.
"Pihak kami memburu pelaku penyebar kunci jawaban dan berupaya menangkap pemilik master kunci yang telah dicocokkan dengan akurasi hingga 80 persen." Kata Kapolres AKBP Budhi Herdi S.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya