Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) mengambil langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan program pascasarjana. Pembentukan fakultas tersendiri ini bertujuan fokus mencetak lulusan peneliti yang berkualitas. Kebijakan ini diharapkan menghasilkan individu yang berdaya saing dan kritis dalam penelitian.
Langkah ini diambil untuk menyelaraskan standar akademik di seluruh program studi magister dan doktoral. Selain itu, UMPR ingin memperkuat orientasi riset dalam pendidikan tinggi mereka. Direktur Program Pascasarjana UMPR, M Rizki Fadhil Pratama, menyatakan hal ini di Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada Selasa (20/1).
Rektor UMPR, Muhamad Yusuf, menambahkan bahwa sentralisasi program magister dan doktor adalah bagian dari visi besar perguruan tinggi. Visi tersebut adalah membangun pendidikan tinggi yang berbasis riset. UMPR berkomitmen menciptakan lingkungan akademik yang kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Advertisement
Advertisement
Pembentukan Fakultas Program Pascasarjana di UMPR memastikan kesetaraan standar akademik antar program studi. Ini mencegah adanya disparitas kualitas, baik yang terlalu mudah maupun terlalu sulit. Harapannya, semua mahasiswa pascasarjana memiliki skill set yang setara dan kuat, terutama dalam kemampuan riset.
Meskipun kurikulum pascasarjana UMPR masih konvensional, penekanan utama diarahkan pada luaran riset mahasiswa. UMPR ingin lulusannya tidak hanya sekadar menjadi magister biasa. Mereka diharapkan menjadi peneliti yang mampu menghasilkan jurnal, presenter seminar nasional atau internasional, serta memiliki kekayaan intelektual.
Setiap semester, mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan karya ilmiah yang relevan dengan karakter program studi mereka. Karya ilmiah ini dapat berupa artikel jurnal, policy brief, media pembelajaran, atau bentuk lainnya. Ini merupakan upaya konkret untuk menumbuhkan budaya riset sejak dini.
Advertisement
Selain itu, Fakultas Pascasarjana berkomitmen memangkas birokrasi akademik yang seringkali menjadi keluhan mahasiswa. Dengan struktur yang lebih ringkas, pengurusan administrasi akademik menjadi lebih efisien. Mahasiswa tidak perlu bolak-balik untuk urusan tanda tangan atau dokumen, sehingga dapat lebih fokus pada studi.
Advertisement
UMPR mengedepankan fleksibilitas dalam pembelajaran dengan memadukan perkuliahan daring dan luring. Pendekatan ini mengakomodasi kebutuhan mahasiswa pascasarjana yang umumnya memiliki kesibukan profesional. Fleksibilitas menjadi kunci tanpa mengurangi kualitas akademik yang ditawarkan.
Rektor UMPR, Muhamad Yusuf, menegaskan bahwa program magister dan doktor di UMPR didesain murni berbasis riset. Suasana riset sangat ditekankan, meskipun pesertanya berasal dari berbagai latar belakang. Ini mencakup praktisi, profesional, maupun birokrat yang ingin mendalami ilmu pengetahuan.
Dalam lingkungan ini, dosen dan mahasiswa diposisikan setara sebagai peneliti. Mahasiswa dianggap sebagai peneliti pemula, sementara dosen berperan sebagai mentor dan pembimbing. Interaksi ini diharapkan melahirkan pengetahuan dan temuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Advertisement
UMPR juga memastikan masa studi yang efisien tanpa menghambat aktivitas profesional mahasiswa. Dengan target magister selesai empat semester dan doktor enam semester, pendampingan intensif akan diberikan. Ini bertujuan agar seluruh mahasiswa dapat lulus tepat waktu sesuai rencana.
Advertisement
Saat ini, UMPR memiliki enam program studi pascasarjana yang beragam. Program-program tersebut meliputi Magister Administrasi Publik, Magister Pendidikan Dasar, dan Magister Ilmu Pertanian. Ada juga Magister Pendidikan Agama Islam, Magister Pedagogik, serta Program Doktoral Pendidikan.
Selain program yang sudah ada, UMPR menargetkan pembukaan empat program studi baru di masa mendatang. Rencana ini mencakup Magister Teknik Sipil, Magister Komunikasi Pembangunan, dan Magister Hukum Keluarga. Program Doktor Administrasi Publik juga masuk dalam daftar pengembangan.
Misi UMPR adalah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Mereka juga ingin memastikan lulusan UMPR setara dengan lulusan kampus besar nasional maupun internasional. Ini menunjukkan komitmen UMPR terhadap kualitas pendidikan dan kontribusi regional.
Advertisement
Melalui penguatan kelembagaan dan konsep pembelajaran berbasis riset, UMPR optimistis. Program pascasarjana akan menjadi pusat lahirnya peneliti dan pemikir strategis. Lulusan diharapkan mampu menjawab kebutuhan lokal hingga global dengan inovasi dan pemikiran kritis.
Sumber: AntaraNews