Uang hasil bobol 64 bank dialihkan pelaku ke Bitcoin

Sabtu, 17 Maret 2018 16:40 Reporter : Nur Habibie
Uang hasil bobol 64 bank dialihkan pelaku ke Bitcoin Sindikat pembobol ATM ditangkap Resmob Polda Metro Jaya. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Empat WNA dan satu WNI ditangkap jajaran Polda Metro Jaya, terkait pembobolan 64 bank di 22 negara. Satu orang WNI yakni MK (29) dan empat orang WNA dengan satu tersangka asal Hungaria, FH (26) dan tiga lainnya asal Rumania, I alias RL (27), LN alias M (27) dan ASC (34).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta mengatakan, usai para tersangka ini berhasil membobol atm terhadap 64 bank langsung memindahkan uang itu ke Bitcoin.

"Ketika mengambil uang ini mereka jarang diambil tunai semuanya hampir polanya ditransfer kemudian setelah ditransfer ada sebagian yang dipindahkan ke Bitcoin," kata Nico di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (17/3).

Menurutnya, hal tersebut dilakukan oleh para tersangka untuk mempersulit penyidikan yang dilakukan oleh Polri. Namun dari informasi yang masuk atau diterima polisi, pihaknya melakukan beberapa indikasi-indikasi.

"Akhirnya tertangkap di mana mereka melakukan pekerjaannya sejak bulan Oktober 2017, mereka melakukan pekerjaannya di beberapa tempat. Jadi TKP-nya itu ada di Bali, kemudian di Lombok dan ada di Jakarta serta Yogja. Jadi mereka keliling Indonesia dan berpindah-pindah sehingga menyulitkan untuk dilacak," ujarnya.

"Jadi laporan dari pihak perbankan kepada kami, kami melakukan kerjasama dengan Bank Indonesia dan perbankan untuk melakukan pelacakan dengan langkah langkah ke depan," tambahnya.

Dengan adanya kejahatan seperti ini, polisi bersama dengan pihak perbankan dan BI akan meningkatkan kembali tingkat keamanan agar tak lagi ada kejadian yang sama seperti.

"Ke depan kami dengan pihak perbankan dan BI tentunya akan meningkatkan keamanan ini kemudian kerja sama juga dengan pihak imigrasi dan ini kami akan koordinasikan dengan pihak kedutaan," ucapnya.

Dengan adanya kejahatan tersebut di 22 negara, perwira menengah itu menghimbau kepada masyarakat agar bisa dengan metodologi selanjutnya yaitu pada saat memasukkan ATM itu juga menutup pada saat memencet atau memasukkan pin.

"Lalu yang berikutnya bila menemukan ada beberapa alat-alat yang di luar kebiasaan bisa melaporkan kepada polisi merasa terganggu enggak, tidak mulus masuknya," himbaunya.

"Kemudian juga apabila kita di beberapa ATM melihat ada beberapa orang yang masuk di dalam, dalam waktu yang sangat lama mungkin bisa dilihat diingatkan atau mencari satpam supaya satpamnya yang memberi tahu atau menegur atau ada keterangan dan sebagainya," tandasnya.

Dari hasil penangkapan terhadap lima orang tersangka, polisi telah menyita sejumlah barang bukti seperti satu Deep Skimmer, satu Magnetic Encoder, enam Spy Cam modifikasi, 1480 kartu ATM yang sudah diisi data curian, enam buku paspor, empat Pin Pad Shield, enam memory card merk sandisk, enam baterai untuk Spy Cam, empat buah mulut ATM (bezel), lima unit HP.

19 karet mulut ATM (bezel), satu laptop merk Lenovo, enam modem, lima hard disc, lima flashdisk, dua Crypto Currency Hardware Wallet, kabel carger modifikasi, satu solder, penggaris ukur, DVD room, bor portable, satu set mini grinder, tiga bungkus masker, satu set amplas, pilok, perekat, magnet, dua Speker Active, satu set baterai cadangan Spy Cam, satu set Travel Charger, Amphere Meter dan sejumlah alat untuk membuat Deep Skimmer.

Kelima tersangka itu ditangkap di De Park Cluster Kayu Putih Blok AB 6 Nomor 3, Serpong, Tangerang, Banten, di Bohemia Vilage 1 Nomor 57, Serpong, Tangerang, di Hotel Grand Serpong Tangerang, dan di Hotel De Max Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Para tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 46 Jo Pasal 30 dan Pasal 47 Jo Pasal 31 ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 atas perubahan Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 3, 4 dan 5 Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini