Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tunjukkan dukungan, warga Surabaya diajak kirim bunga ke polisi

Tunjukkan dukungan, warga Surabaya diajak kirim bunga ke polisi Karangan bunga dukung Polisi di Surabaya. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon anggota legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andy Budiman, mengajak masyarakat Kota Surabaya untuk mengirimkan papan bunga berisi dukungan kepada polisi yang menjadi target serangan teroris dalam beberapa hari ini.

Karangan bunga dikirim serentak pada Selasa 15 Mei 2018 ke Mapolda Jawa Timur di Jl Ahmad Yani, Surabaya. "Dukungan ini penting untuk memulihkan semangat polisi dalam menumpas para teroris," kata Andy melalui keterangan pers, Rabu (16/5).

Dukungan bisa lebih dieksplisitkan dengan berisi kata-kata penyemangat di bunga seperti "POLRI Penjaga NKRI. Kami bersamamu" atau "Solidaritas Rakyat untuk POLRI", dan lain-lain.

Hingga Selasa malam, ada ratusan bunga yang dikirim ke Mapolda Jawa Timur. Pengirimnya beragam, dari banyak elemen masyarakat Surabaya.

Pada Selasa sore, Komunitas Gusdurian Sidoarjo, datang ke misa untuk Aloysius Bayu Rendra Wardhana, relawan yang gugur saat mengadang pembawa bom. Anak-anak muda itu untuk menyerahkan bunga dan meminta maaf.

Pada misa tersebut, A. Kurdo Irianto menceritakan pertemuannya dengan keluarga korban bom Gereja Santa Maria Tak Bercela. "Tak ada kebencian. Semua sudah diampuni," kata Romo Kurdo menceritakan pertemuannya dengan keluarga korban bom Gereja Santa Maria Tak Bercela. Beberapa pengunjung misa tak kuasa menahan air mata mendengar itu.

"Selasa sore itu, perasaan saya sebagai bagian dari Indonesia, entah kenapa terasa begitu kuat. Ada rasa marah, membayangkan ada orang yang begitu biadab melancarkan teror dan membunuh mereka yang tak bersalah, tapi sekaligus terharu dan sedih melihat para korban yang sangat tegar, tabah, dan memaafkan," ujar Andy yang menjadi caleg PSI dari Dapil Jawa Timur 1.

Para aktivis Gusdurian memeluk erat bunga yang mereka siapkan. Seorang perempuan berjilbab aktivis Gusdurian mencium buket mawar dengan takzim.

Setelah misa, rombongan Gusdurian maju ke depan memanjatkan doa secara Islam untuk Bayu dan lima korban lainnya. Zen, Koordinator Gusdurian Sidoarjo, di hadapan jemaat Katolik, mengucapkan dukacita mendalam: "Atas nama umat Islam, kami meminta maaf atas apa yang terjadi.".

Beberapa anggota jemaat mengusap air mata dan berjalan menyalami, mengucapkan terima kasih kepada anak-anak muda yang terinspirasi oleh Gus Dur tersebut.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP