Kepolisian Resor (Polres) Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Satuan Polisi Laut dan Udara (Satpolairud), gencar melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Patroli ini difokuskan di wilayah perairan Laut Flores, khususnya Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, untuk menjaga keamanan maritim.
Kegiatan Patroli Laut Polres Manggarai ini bertujuan utama mencegah praktik pencurian ikan (illegal fishing) yang merugikan ekosistem laut dan ekonomi lokal. Selain itu, patroli juga memastikan keselamatan para nelayan serta menjaga ketertiban umum di area perairan.
Dalam patroli terbarunya, aparat menggunakan Kapal Patroli (KP) Rigid Inflatable Boat (RIB) Polres Manggarai. Mereka juga melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang melintas, seperti KLM Asdar Saputra, guna memastikan kelengkapan dokumen dan kepatuhan aturan.
Advertisement
Advertisement
Meningkatkan Pengawasan dan Keselamatan di Laut Flores
Kepala Satuan (Kasat) Polisi Laut dan Udara (Polairud) Polres Manggarai, AKP Yosef Suyitno Soloilur, menegaskan komitmen pihaknya. Beliau menyatakan, "Kami akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah perairan, tidak hanya untuk mencegah illegal fishing, tetapi juga untuk memastikan keselamatan nelayan dan masyarakat pesisir."
Pernyataan ini menunjukkan fokus ganda dari Patroli Laut Polres Manggarai yang tidak hanya pada penegakan hukum. Aspek keselamatan nelayan dan masyarakat pesisir menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan patroli yang dilakukan. Upaya ini diharapkan menciptakan lingkungan maritim yang aman dan kondusif.
Patroli rutin ini merupakan bagian integral dari upaya Satpolairud Polres Manggarai dalam menjaga stabilitas keamanan. Mereka berupaya meminimalisir potensi pelanggaran hukum di laut. Hal ini juga membantu nelayan merasa lebih terlindungi saat beraktivitas di perairan.
Advertisement
Advertisement
Pemeriksaan Kapal dan Imbauan Keselamatan Nelayan
Dalam salah satu kegiatan Patroli Laut Polres Manggarai, aparat kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap KLM Asdar Saputra. Kapal ini dinakhodai oleh Jusman dengan 14 anak buah kapal (ABK). Pemeriksaan dilakukan di sekitar koordinat 08°18.335' LS dan 120°29.745' BT, yang merupakan jalur pelayaran penting di Laut Flores.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh dokumen kapal KLM Asdar Saputra dinyatakan lengkap dan sah secara administratif. Hal ini menandakan kepatuhan kapal tersebut terhadap regulasi yang berlaku. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan setiap kapal beroperasi sesuai ketentuan.
Selain pemeriksaan, Satuan Polairud Polres Manggarai juga aktif memberikan imbauan kepada para nelayan. Mereka ditekankan untuk mengutamakan keselamatan saat berlayar dan waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. Nelayan juga diminta tidak mudah percaya berita hoaks dan membantu Polri menjaga Kamtibmas.
Advertisement
Peringatan keras juga disampaikan terkait penggunaan bahan peledak atau berbahaya lainnya dalam menangkap ikan. Penggunaan metode ilegal ini melanggar hukum dan dapat merusak ekosistem laut secara permanen. Polres Manggarai berkomitmen untuk melindungi sumber daya laut dari praktik destruktif tersebut.
Advertisement
Komitmen Berkelanjutan untuk Keamanan Perairan
AKP Yosef Suyitno Soloilur menegaskan bahwa kegiatan Patroli Laut Polres Manggarai akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Ini merupakan upaya preventif dan preemtif untuk menjaga keamanan wilayah perairan Manggarai. Tujuannya adalah mencegah potensi pelanggaran hukum di laut.
Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan situasi keamanan perairan Laut Flores tetap aman dan kondusif. Lingkungan laut yang terjaga dari aktivitas ilegal sangat penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir. Hal ini juga mendukung kelestarian ekosistem maritim.
Komitmen Satpolairud Polres Manggarai ini mencerminkan dedikasi mereka dalam melindungi sumber daya laut dan masyarakat. Mereka berupaya menciptakan perairan yang bebas dari aktivitas ilegal yang dapat merugikan. Ini termasuk praktik illegal fishing dan penggunaan alat tangkap yang merusak.
Advertisement
Sumber: AntaraNews