Persija Jakarta berhasil menunjukkan performa impresif di babak kedua pertandingan Super League melawan Bali United pada Minggu, 15 September, di Jakarta International Stadium (JIS).
Meskipun sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Mirza Mustafic di menit ke-18, Macan Kemayoran sukses menyamakan kedudukan melalui Bruno Tubarao pada menit ke-56.
Pelatih kepala Persija, Mauricio Souza, mengungkapkan bahwa instruksi untuk tampil tenang menjadi kunci utama kebangkitan timnya dalam laga krusial yang berakhir imbang tersebut.
Advertisement
Advertisement
Instruksi Ketenangan dari Mauricio Souza
Mauricio Souza menjelaskan bahwa saat jeda pertandingan, ia meminta para pemainnya untuk menurunkan adrenalin dan bermain lebih terorganisir. "Sebenarnya, saat jeda, saya meminta mereka untuk sedikit menurunkan adrenalin," kata Souza dalam jumpa pers pascapertandingan di JIS, Minggu.
Pelatih asal Brasil itu percaya bahwa dengan ketenangan dan organisasi yang lebih baik, timnya akan mampu menciptakan lebih banyak peluang gol. Motivasi utamanya adalah untuk membuat para pemain tetap tenang dan fokus pada strategi yang telah disiapkan.
Hasilnya, Persija menciptakan banyak peluang emas di babak kedua, termasuk dari Maxwell dan Witan Sulaeman. Namun, penampilan gemilang kiper Bali United, Mike Hauptmeijer, berhasil menggagalkan upaya-upaya tersebut.
Advertisement
Advertisement
Kontroversi Taktik Pengulur Waktu Bali United
Di sisi lain, kapten Persija, Rizky Ridho, meluapkan kekesalannya terhadap cara bermain Bali United yang dinilainya sering mengulur waktu. Ridho menyebut bahwa pemain Serdadu Tridatu terlalu sering dan mudah terjatuh untuk mengganggu ritme permainan timnya.
"Menurut saya di pertandingan tadi, ketika kita menemukan ritme yang baik, mereka mencoba menghentikan ritme itu dengan jatuh, mungkin orang-orang bisa lihat, karena sangat sering jatuh," ujar Ridho. Ia menambahkan bahwa pelatihnya bahkan sempat berujar bahwa pertandingan terasa seperti hanya 45 menit karena banyaknya interupsi.
Namun, pelatih Bali United, Johnny Jansen, membantah tudingan tersebut. Jansen menegaskan bahwa insiden pemainnya terjatuh bukanlah taktik yang disengaja untuk mengulur waktu. "Bukan, itu bukan taktik. Itu tidak benar kalau mereka bilang kita mengulur waktu dengan sengaja, tidak kita bukan sengaja melakukan itu," ucap Jansen.
Advertisement
Advertisement
Persija Jaga Rekor Tak Terkalahkan dan Tantangan ke Depan
Dengan hasil imbang ini, Persija Jakarta berhasil mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka di Super League. Macan Kemayoran kini menghuni posisi kedua klasemen sementara dengan total 11 poin.
Mereka hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen, Borneo FC, yang memiliki satu laga lebih banyak. Konsistensi ini menunjukkan **ketenangan Persija** dalam menghadapi berbagai situasi pertandingan.
Ke depan, Persija akan menghadapi dua laga tandang yang cukup berat, yaitu melawan PSM Makassar pada Minggu (21/9) dan Borneo FC sepekan kemudian. Rizky Ridho menyatakan komitmen tim untuk bekerja keras dan berusaha meraih tiga poin penuh dalam pertandingan-pertandingan tersebut. "Ke depan kita akan menghadapi dua pertandingan away dan tidak mudah, tapi kita akan kerja keras dan berusaha agar bisa meraih tiga poin lagi," tutur Ridho.
Advertisement
Sumber: AntaraNews