Tragis, Wanita Penjual Pinang Luka Parah Ditusuk Diduga KKB Kodap XVI Yahukimo

Korban berinisial EK (33), asal Nusa Tenggara Timur (NTT) sehari-hari berjualan pinang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Tragis, Wanita Penjual Pinang Luka Parah Ditusuk Diduga KKB Kodap XVI Yahukimo
Tragis, Wanita Penjual Pinang Luka Parah Ditusuk Diduga KKB Kodap XVI Yahukimo (Merdeka.com)

Warga kompleks Ruko Blok A, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo digegerkan dengan aksi penganiayaan berat terhadap seorang wanita penjual pinang pada Selasa (17/2). Korban mengalami dua luka tusuk di pundak kanan, setelah diserang dua orang tak dikenal (OTK) saat sedang mencari nafkah.

Korban berinisial EK (33), asal Nusa Tenggara Timur (NTT) sehari-hari berjualan pinang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Ia dikenal warga sebagai sosok ramah yang rutin beraktivitas di kawasan tersebut dan berdomisili di Jalan Gunung, Distrik Dekai," kata Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Rabu (18/2).

Faizal menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat korban tengah melayani pembeli. Dua pria datang menggunakan sepeda motor matik Honda Beat warna hitam dari arah jalan raya dan berhenti di samping lapaknya.

Korban mengenali salah satu pelaku secara fisik karena kerap membeli pinang di tempatnya. Namun tanpa diduga, kedekatan sebagai pelanggan itu justru berubah menjadi aksi kekerasan.

Tanpa banyak bicara, terduga pelaku mendekati korban dan secara tiba-tiba mengeluarkan pisau. Dalam hitungan detik, pelaku menikam korban sebanyak dua kali di bagian pundak kanan.

"Korban yang tidak menyangka akan diserang oleh orang yang sering bertransaksi dengannya, tak sempat menghindar. Usai melakukan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Kantor Pos," jelas Faizal.



Korban segera dilarikan ke RSUD Dekai. Korban kini dalam penanganan medis.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan personel Satgas Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo dan BKO Brimob Polda Papua langsung bergerak menuju RSUD Dekai untuk memastikan kondisi korban serta mengumpulkan keterangan saksi.

Tak hanya itu, aparat juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan mengamankan sejumlah barang bukti.

"Berdasarkan analisis awal dan hasil pengumpulan bahan keterangan saksi terkait ciri-ciri pelaku, aparat menduga kuat adanya keterkaitan dengan simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo," Faizal.

Kelompok tersebut sebelumnya juga terlibat dalam aksi pembakaran Ruko Blok A pada 14 Februari 2026. Dugaan ini masih terus didalami untuk memastikan motif serta jaringan pelaku.

Faizal menegaskan tidak akan menolerir aksi kekerasan terhadap warga sipil, terlebih terhadap perempuan yang sedang berjualan untuk mencari nafkah.

“Setiap tindakan kekerasan terhadap masyarakat, apalagi terhadap perempuan yang sedang mencari nafkah, merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Kami akan mengejar dan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tegas Faizal.

Faizal mengungkapkan, tindakan penusukan terhadap warga sipil menunjukkan pola intimidasi dan teror yang tidak bisa dibiarkan berkembang di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga memastikan, penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan memanfaatkan seluruh alat bukti yang tersedia.

“Barang bukti sudah kami amankan dan sedang dianalisis untuk mengidentifikasi pelaku. Kami juga memeriksa saksi-saksi di sekitar TKP. Masyarakat kami imbau tetap tenang dan segera melapor jika memiliki informasi terkait keberadaan pelaku,” ujar Adarma.

Saat ini, aparat gabungan terus melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang masih dalam pencarian. Pengamanan di sekitar Ruko Blok A dan wilayah Dekai diperketat guna memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa rasa takut.

Rekomendasi