Tradisi bedah sumber di Mojokerto, ribuan warga berebut tangkap ikan
Merdeka.com - Ribuan warga berebut menangkap ikan di sebuah tambak, dalam tradisi bedah sumber di Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Jatim, Minggu (8/10). Tak hanya warga laki laki, para ibu ibu dan anak anak, rela mandi lumpur untuk berburu tangkapan ikan besar yang diinginkan.
Tradisi bedah sumber tangkap ikan ini, digelar di sebuah tambak yang merupakan aset Desa Wonosari, Minggu pagi, dimulai sekitar pukul 07.30 WIB.
Setelah panitia memberikan aba aba dimulai, ribuan warga dan anak anak, langsung turun ke tambak sedalam 1 meter. Warga langsung berburu ikan, seperti ikan emas, ikan mujair, nila dan lele. Namun warga harus menangkap ikan menggunakan tangan, tidak diperbolehkan membawa alat tangkap ikan.
Sambil berendam di lumpur, tangan-tangan warga memeriksa lubang tanggul tambak dan semak-semak untuk menangkap ikan. Tak butuh waktu lama bagi warga yang sudah pengalaman untuk mendapatkan ikan buruannya. Ikan yang berhasil ditangkap, oleh warga ditaruh keranjang yang sudah disiapkan.

Tradisi bedah sumber di Mojokerto ©2017 Merdeka.com/budi
Salah satu warga, Maemunah (45), mengaku sangat senang bisa ikut tradisi bedah sumber berburu ikan. Mesti beberapa kali ikan besar yang diburu lolos dari tangkapannya, namun dia tetap semangat untuk mendapatkan ikan yang banyak.
"Ya saya tadi hampir saja bisa menangkap ikan besar, tapi karena berebut dengan orang banyak, ikannya lolos. Tapi saya senang, pasti nanti dapat ikan banyak," ucapnya sambil tertawa.
Sementara Katrin (26) juga mengaku senang bisa ikut tradisi berburu ikan di tambak. Dia bersama keluarganya turun ke tambak dan memilih berburu ikan di pinggir tanggul. Karena saat air keruh, biasanya ikan banyak menggelepar di pinggir tanggul.
"Saya sama keluarga, senang bisa ikut tradisi tangkap ikan ini. Tadi dapat banyak, tapi ikan kecil-kecil, udang juga. Ikan yang besar hanya dapat satu ekor, ikan mujair. Ya, nanti dimasak bareng bareng sama keluarga," ujar Katrin.
Tradisi bedah sumber sengaja digelar pihak Desa Wonosari, untuk menjaga silaturahmi antar warga. Selain menggratiskan ikan yang ditangkap warga, panitia desa juga menyiapkan banyak hadiah hiburan, bagi warga yang berhasil menangkap ikan paling besar.
"Ini digelar setiap tahun sekali. Tujuanya untuk menjaga kelestarian lingkungan tambak, serta untuk meningkatkan silaturahmi antarwarga di dua dusun di Desa Wonosari. Ini kan pesta rakyat, warga berkumpul di sini satu tahun sekali sehingga bisa berkomunikasi, saling menyapa untuk meningkatkan rasa kebersamaan antar warga," kata Muhammad Yasid Hasyim, kepala Desa Wonosari, disela sela acara, Minggu (08/10).
Masih kata Yasid, tradisi bedah sumber ini, digelar setiap tahun usai panen di tambak yang merupakan aset desa. Rencananya, tradisi ini akan dilaksanakan lebih besar lagi. Tidak hanya boleh diikuti warga Desa Wonosari saja, tapi nanti akan dibuka untuk masyarakat umum atau warga luar kota.
"Harapannya nanti bisa jadi destinasi wisata di Desa Wonosari, tidak hanya bisa diikuti warga sini saja, tapi kalau memang kondisi dan situasinya memungkinkan dibuka untuk masyarakat luas," jelas Yasid.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya