TP-PKK Bangli Hidupkan Kulkul, Ajak Warga Bersih-bersih Lingkungan dengan Tradisi

TP-PKK Bangli hidupkan kembali tradisi kulkul untuk mengajak warga Bangli bersih-bersih lingkungan secara serentak, memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
TP-PKK Bangli Hidupkan Kulkul, Ajak Warga Bersih-bersih Lingkungan dengan Tradisi
TP-PKK Bangli hidupkan kembali tradisi kulkul untuk mengajak warga Bangli bersih-bersih lingkungan secara serentak, memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan. (AntaraNews)

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, kembali menghidupkan tradisi komunikasi menggunakan kulkul atau kentongan dari kayu. Inisiatif ini bertujuan mengajak seluruh warga untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan secara serentak di wilayah mereka.

Gerakan yang dipimpin oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Bangli, Sariasih Sedana Arta, ini merupakan wujud nyata komitmen menjaga kebersihan. Selain itu, langkah ini juga sekaligus melestarikan nilai-nilai tradisional yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali.

Dimulai pada Minggu pertama Februari 2026, suara kulkul akan menjadi aba-aba bagi warga Bangli untuk memulai gotong royong. Kegiatan bersih-bersih ini akan dilaksanakan setiap Minggu pada pekan pertama setiap bulan, tepatnya mulai pukul 06.00 hingga 08.00 Wita.

Sariasih Sedana Arta mengharapkan seluruh warga Bangli dapat secara serentak bergotong royong melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan. Area yang menjadi fokus meliputi pekarangan rumah pribadi dan fasilitas umum di sekitar mereka.

Fasilitas umum tersebut mencakup balai pertemuan warga atau banjar, tempat suci, serta area publik lainnya yang membutuhkan perhatian. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi semua.

Pada pelaksanaan perdana awal Februari 2026, warga terlihat antusias melakukan bersih-bersih, baik di lingkungan rumah maupun kawasan tempat suci desa. Mereka bersemangat membawa sapu lidi dengan mengenakan pakaian adat tingkat sederhana, yaitu kain dan selendang, menunjukkan kebersamaan yang kuat.

Ketua TP-PKK Kabupaten Bangli, Sariasih Sedana Arta, menjelaskan bahwa tujuan utama gerakan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat. Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan menjadi prioritas utama dari inisiatif ini.

Selain itu, gerakan ini juga bertujuan menghidupkan kembali kulkul sebagai sarana komunikasi tradisional yang efektif. Kulkul mencerminkan solidaritas sosial dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Bali.

Salah satu warga mengungkapkan bahwa aksi bersih-bersih ini sangat bermanfaat, tidak hanya dari segi kebersihan lingkungan. Namun, kegiatan ini juga berhasil mempererat hubungan sosial antar warga, menciptakan ikatan komunitas yang lebih kuat.

Gerakan ini juga merupakan tindak lanjut dari program yang telah dilakukan oleh TP-PKK Provinsi Bali. Program serupa sebelumnya telah dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2025, menunjukkan kesinambungan upaya pelestarian lingkungan dan budaya.

Dalam kesempatan pelaksanaan gerakan ini, TP-PKK Provinsi Bali turut serta meninjau langsung kegiatan yang berlangsung. Peninjauan dilakukan untuk melihat efektivitas gerakan kulkul dan posyandu di beberapa desa.

Desa-desa yang menjadi lokasi peninjauan meliputi Desa Sekardadi, Demulih, Bangbang, dan Kayubihi. Kehadiran TP-PKK Provinsi Bali menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif TP-PKK Kabupaten Bangli dalam melestarikan tradisi dan menjaga lingkungan.

Dukungan dari tingkat provinsi diharapkan dapat memberikan motivasi lebih bagi masyarakat dan pengurus TP-PKK di tingkat kabupaten. Hal ini penting untuk terus melanjutkan dan mengembangkan program-program positif semacam ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi