Tommy Soeharto: Korupsi e-KTP ini menyedihkan dan menyakitkan

Rabu, 10 Mei 2017 16:24 Reporter : Moch. Andriansyah
Tommy Soeharto di Silaturahim Alim Ulama Jawa Timur. ©2017 merdeka.com/moch. andriansyah

Merdeka.com - Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Soeharto mengaku sedih melihat kondisi Indonesia saat ini. Karena menurut Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya ini, banyak anggota legislatif yang tidak amanah.

Di acara Silaturahim Alim Ulama Jawa Timur yang digelar di Hotel Singgasana, Surabaya, Tommy menyebut kasus e-KTP yang menyeret sejumlah nama anggota dewan terpilih pada Pemilu 2014 lalu.

"Partai Berkarya berdiri karena ada beberapa kekecewaan masyarakat pada partai-partai, terutama yang ada di parlemen. Korupsi tumbuh subur. Contohnya korupsi e-KTP. Tentu ini menyedihkan dan menyakitkan," kata Tommy, Rabu (10/5).

Selain Tommy, dalam acara tersebut hadir juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Tedjo Edy; Sekretaris Dewan Pembina, Hasib Wahab; Ketum Partai Berkarya, Neneng A Tutty serta Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Timur, Irjen Pol (Purn) Anton Setiadji, yang juga mantan Kapolda Jawa Timur.

Seperti diketahui, tak sedikit nama anggota DPR tersangkut dalam kasus e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun. Seperti Miryam hingga Ketua DPR Setya Novanto. Setya diduga turut bersama-sama terlibat dalam proyek e-KTP. Dari proyek senilai Rp 5,9 Triliun itu, Novanto disebut menerima Rp 574 Miliar atau 11 persen dari nilai kont [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini