Tito sebut ISIS bisa dilemahkan dengan kerjasama internasional
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghadiri acara World Peace Forum (WPF) yang dibuat Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC). Dalam acara itu, Tito membahas seputar isu terorisme.
"Saya sangat berterima kasih atas kehormatan yg diberikan, sebagai pembicara pada acara word peace forum ini, di mana pada acara ini saya akan membawakan tema tentang state resposibility to overcome violent extremism," kata Tito dalam sambutannya melalui keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (2/11).
Pada kesempatan itu, Tito menyinggung soal ledakan bom yang mengguncang WTC, Amerika Serikat pada 11 September 2011 silam. Setelah itu, Presiden George W Bush pun langsung menyatakan perang melawan teror.
"Alqaedah diidentifikasi sebagai dalang dibalik teror tersebut," ujar dia.
Tak sampai di situ, Tito melanjutkan aksi teror kembali terjadi pada tahun berikutnya. Di mana dunia kembali dikejutkan oleh ledakan bom di Bali. Berkat kerjasama yang baik dengan beberapa negara, pelaku bom dapat diungkap.
"Jaringan Al Jamaah Al Islamiyah yang pada kenyataannya terkait langsung dengan Al Qaedah, baik secara ideologi, pelatihan maupun pendanaan," ucapnya.

"Jaringan tersebut memiliki sel-sel di Asia Tenggara, serta berafiliasi pula dengan jaringan teroris global," timpal dia.
Serangan teror tidak berhenti, pada tahun 2013, kata Tito, dunia kembali dikejutkan dengan deklarasi ISIS yang berpegang pada paham Tauhid Wal Jihad dan dipimpin oleh Abu Muhammad Maqdisi yang kemudian berbasis di Iraq dan Suriah.
Pascakemunculan ISIS, kelompok paham radikal yang semula mulai melemah pun kembali menjadi besar dan mulai mengancam. Dikatakan Tito saat itu, berbagai serangan teror di Africa, Eropa dan Asia mulai dilancarkan.
"Bahkan di Asia Tenggara khususnya, serangan kelompok ISIS terjadi pula seperti di Thailand, Filipina, dan Indonesia," ucap Tito.
Mantan Kapolda Metro Jaya ini pun dengan tegas mengatakan jika ISIS lebih berbahaya daripada Al Qaedah. Alasannya, memiliki teritorial yang baik, kemampuan militan yang lebih superior dari Al Qaedah dan terakhir doktrin Takfiri yang dibawa ISIS memperbolehkan membunuh siapa yang tidak satu ideologi termasuk warga muslim sendiri.
"Inilah saatnya kita menyatukan langkah kembali, dengan memperkuat kerjasama, karena dulu dunia internasional juga berhasil melemahkan al qaedah melalui kerjasama international," pungkas Tito.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya