Titik Terang Setelah 4 Hari: Jenazah Penumpang Kapal yang Lompat ke Laut Ditemukan di Pantai Seribu Cemara Seruyan

Penemuan jenazah penumpang kapal KM Dharma Rucitra VI yang melompat ke laut mengakhiri pencarian panjang. Korban ditemukan terdampar di Seruyan, mengungkap misteri hilangnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Titik Terang Setelah 4 Hari: Jenazah Penumpang Kapal yang Lompat ke Laut Ditemukan di Pantai Seribu Cemara Seruyan
Penemuan jenazah penumpang kapal KM Dharma Rucitra VI yang melompat ke laut mengakhiri pencarian panjang. Korban ditemukan terdampar di Seruyan, mengungkap misteri hilangnya. (Merdeka.com)

Tim gabungan berhasil menemukan jenazah Sefnat Onesimus (42), penumpang KM Dharma Rucitra VI yang sebelumnya melompat ke laut. Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif selama beberapa hari di perairan Kalimantan Tengah.

Jenazah korban ditemukan terdampar di Pantai Seribu Cemara, Kabupaten Seruyan, pada Jumat (5/9) sore. Sebelumnya, Sefnat melompat dari kapal pada Senin (1/9) saat pelayaran dari Sampit menuju Semarang.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, membenarkan identitas jenazah tersebut. Korban diketahui memiliki riwayat gangguan mental, yang diduga menjadi pemicu aksi nekatnya.

Kronologi Pencarian dan Penemuan Jenazah Penumpang Kapal

Pencarian terhadap Sefnat Onesimus telah dilakukan sejak Senin (1/9) setelah insiden lompat ke laut. Tim gabungan, termasuk BPBD Kotawaringin Timur, menyisir area perairan yang luas.

Sesi kedua pencarian pada Jumat (5/9) difokuskan menyisir Pantai Ujung Pandaran hingga ke wilayah Seruyan. Upaya ini membuahkan hasil signifikan saat informasi dari masyarakat diterima.

Sekitar pukul 15:45 WIB, tim gabungan mendapatkan laporan mengenai penemuan mayat di pesisir Pantai Seribu Cemara, Sungai Bakau, Seruyan. Tim segera bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan verifikasi.

Setelah tiba di lokasi, tim mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut adalah Sefnat Onesimus, penumpang kapal yang hilang. Kondisi jenazah sudah membengkak, namun ciri-ciri pakaiannya sesuai.

Identifikasi dan Evakuasi Korban

Jenazah Sefnat Onesimus ditemukan hanya mengenakan celana jins biru dan sepatu putih, sementara bajunya sudah terlepas. Ciri-ciri ini sangat membantu dalam proses identifikasi awal oleh tim di lapangan.

Multazam dari BPBD Kotawaringin Timur menegaskan bahwa ciri-ciri tersebut cocok dengan deskripsi korban yang melompat. "Sepatu putih dan celana biru. Berdasarkan ciri-ciri dan sudah dikonfirmasi bahwa itu merupakan jenazah penumpang kemarin," demikian Multazam.

Setelah proses identifikasi awal, jenazah segera dievakuasi menuju RSUD Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Evakuasi ini dilakukan untuk visum, pembersihan, dan persiapan penyerahan kepada pihak keluarga.

Proses penyerahan jenazah kepada keluarga akan dilakukan setelah semua prosedur medis dan administrasi selesai. Pihak berwenang terus berkoordinasi dengan keluarga korban terkait penemuan ini.

Detik-detik Kejadian dan Upaya Penyelamatan

Peristiwa Sefnat melompat ke laut terjadi pada Senin (1/9) sekitar pukul 16.13 WIB. Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, korban yang diketahui mengalami gangguan mental tersebut diduga sengaja melompat ke laut.

Petugas kapal sempat berusaha mencegah tindakan Sefnat yang tiba-tiba berlari dan melompat. Namun, kecepatan kejadian membuat mereka tidak sempat menghentikan aksi korban.

Setelah korban melompat, petugas kapal segera melemparkan pelampung keselamatan yang dilengkapi lampu. Harapannya, korban bisa bertahan dan terlihat di tengah laut.

Kapal bahkan sempat berputar tiga kali di lokasi kejadian untuk mencari Sefnat, namun korban tidak juga ditemukan. Setelah upaya pencarian di lokasi tidak membuahkan hasil, pihak kapal melaporkan kejadian dan melanjutkan perjalanan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi