Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Pemkot Palembang Tambah Pos Damkar di Talang Putri

Pemerintah Kota Palembang serius tingkatkan kesiapsiagaan bencana dengan menambah satu pos pemadam kebakaran baru di kawasan Talang Putri, meskipun target ideal masih jauh dari tercapai.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Pemkot Palembang Tambah Pos Damkar di Talang Putri
Pemkot Palembang terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan rencana **penambahan pos damkar Palembang** di kawasan Talang Putri. Langkah ini diharapkan mempercepat respons penanganan darurat dan meningkatkan keselamatan warga. (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, terus berupaya meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran serta bencana lainnya. Langkah konkret diambil dengan menambah satu pos pemadam kebakaran (damkar) baru di kawasan Talang Putri pada tahun 2026 ini. Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat respons dan penanganan insiden darurat di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palembang, Kemas Haikal, menjelaskan bahwa penambahan pos damkar ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Lokasi di Talang Putri dipilih setelah mendapatkan hibah lahan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pihak Disdamkarmat kini tengah fokus pada tahap pendesainan bangunan pos sebelum mengajukan penganggaran dan memulai proses pembangunan.

Meskipun demikian, pembangunan pos damkar di Talang Putri diperkirakan tidak akan rampung pada tahun ini dan akan dimulai pada saat perubahan anggaran. Penambahan ini menjadi krusial mengingat laporan pengaduan yang diterima Disdamkarmat Palembang cukup beragam, mulai dari penanganan hewan buas hingga insiden kendaraan masuk got, dengan rata-rata 18 laporan per hari.

Penambahan pos damkar di Palembang menjadi sangat mendesak mengingat target waktu penanganan laporan yang ditetapkan adalah maksimal 15 menit setelah laporan diterima. Saat ini, Kota Palembang baru memiliki delapan pos damkar, jauh di bawah standar ideal manajemen kebakaran yang membutuhkan setidaknya 15 pos untuk cakupan efektif.

Kemas Haikal menegaskan bahwa dengan kondisi geografis dan kepadatan penduduk Palembang, idealnya dibutuhkan empat hingga lima pos damkar baru lagi untuk mengoptimalkan jangkauan layanan. Hal ini penting untuk memastikan setiap laporan dapat ditangani dengan cepat dan efisien, meminimalkan kerugian akibat bencana.

Upaya percepatan respons ini juga dihadapkan pada beberapa kendala, salah satunya adalah belum terpusatnya sistem call center damkar. Disdamkarmat sedang dalam tahap persiapan untuk mengintegrasikan sistem pelaporan agar lebih efektif dan dapat meminimalisir blank spot area yang belum terjangkau.

Selain penambahan pos, Disdamkarmat Palembang juga menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dan armada. Saat ini, jumlah personel damkar di Palembang tercatat sebanyak 1.045 orang dengan dukungan 31 unit mobil damkar. Namun, jumlah ini masih jauh dari ideal.

Kemas Haikal mengungkapkan bahwa Palembang masih kekurangan sekitar 250 petugas damkar. Bahkan, jika pos baru di Talang Putri dan beberapa pos tambahan lainnya terealisasi, kebutuhan personel bisa melonjak hingga 600 anggota damkar. Kekurangan ini tentu menjadi perhatian utama dalam menjaga kesiapsiagaan bencana.

Pemerintah Kota Palembang diharapkan dapat segera mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan SDM dan armada ini. Dengan dukungan personel yang memadai dan fasilitas yang lengkap, Disdamkarmat Palembang dapat lebih optimal dalam menjalankan tugas penyelamatan dan penanggulangan bencana demi keamanan warga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi