Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Pemuda Tenggelam di Pemandian Air Panas Ranolewo Minahasa

Tim SAR gabungan berhasil melakukan evakuasi pemuda tenggelam, Faith Kapugu, di pemandian air panas Ranolewo, Minahasa, setelah operasi pencarian intensif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Pemuda Tenggelam di Pemandian Air Panas Ranolewo Minahasa
Tim SAR gabungan berhasil melakukan evakuasi pemuda tenggelam, Faith Kapugu, di pemandian air panas Ranolewo, Minahasa, setelah operasi pencarian intensif. (AntaraNews)

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pemuda yang meninggal dunia akibat tenggelam di tempat pemandian air panas Ranolewo, Kecamatan Langowan Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis, 20 Maret 2026, setelah upaya pencarian intensif dilakukan.

Korban diketahui bernama Faith Kapugu (18), warga Desa Tumaratas, Kecamatan Langowan Barat, yang dilaporkan tenggelam di lokasi wisata tersebut. Insiden ini memicu respons cepat dari berbagai elemen penyelamat di wilayah Minahasa.

Operasi pencarian dan pertolongan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado (Basarnas Sulut), Polres Minahasa, serta masyarakat setempat. Mereka bekerja sama untuk menemukan korban di tengah kondisi air panas yang menantang.

Operasi pencarian korban tenggelam dimulai pada hari kedua dengan pengarahan tim SAR gabungan pada pukul 07.00 WITA. Selanjutnya, penyisiran dilakukan pada pukul 07.30 WITA menggunakan metode jaring.

Metode jaring dipilih karena kondisi suhu air di pemandian Ranolewo yang berkisar antara 38°C hingga 45°C. Suhu ekstrem ini dapat meningkat mendekati sumber air panas, sehingga tidak memungkinkan tim untuk melakukan penyelaman.

Setelah beberapa jam melakukan penyisiran, korban Faith Kapugu berhasil ditemukan pada pukul 14.30 WITA. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Setelah penemuan, jenazah Faith Kapugu langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Budi Mulia Langowan. Evakuasi ini dilakukan untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Operasi SAR ini menunjukkan kolaborasi erat dari berbagai pihak dalam upaya evakuasi pemuda tenggelam. Unsur-unsur yang terlibat meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, Polres Minahasa, dan Polsek Langowan Barat.

Selain itu, Koramil Langowan, BPBD Minahasa, RAPI Minahasa, dan Inavis turut serta memberikan dukungan. Pemerintah setempat serta masyarakat juga aktif membantu dalam proses pencarian dan evakuasi.

Untuk mendukung kelancaran operasi, berbagai peralatan canggih dan memadai dikerahkan. Peralatan tersebut mencakup rescue car, truk personel, rubber boat, dan peralatan medis.

Tim juga menggunakan peralatan selam (meskipun tidak dipakai untuk penyelaman langsung karena suhu air), Aqua Eye, dan perangkat komunikasi. Seluruh peralatan ini sangat vital dalam mendukung keberhasilan misi pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado (Basarnas Sulut), George Randang, mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati. Imbauan ini khususnya berlaku saat beraktivitas di lokasi wisata alam.

Pemandian air panas Ranolewo, seperti banyak lokasi wisata alam lainnya, memiliki potensi bahaya yang perlu diwaspadai. Kondisi air panas dengan suhu tinggi menjadi salah satu faktor risiko utama.

Masyarakat diharapkan lebih waspada dan mematuhi setiap peringatan atau aturan yang ada di lokasi wisata. Kewaspadaan ini penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama bagi pengelola tempat wisata dan pihak berwenang. Oleh karena itu, edukasi mengenai potensi bahaya dan langkah pencegahan terus digalakkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi