Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Korban Pertama ATR 42-500, Deden Maulana Pegawai KKP

Terungkap identitas korban pertama atas nama Deden Maulana yang merupakan pegawai pengelola barang milik negara di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Korban Pertama ATR 42-500, Deden Maulana Pegawai KKP
Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Korban Pertama ATR 42-500, Deden Maulana Pegawai KKP (Merdeka.com)

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Sulsel akhirnya mengungkap identitas korban pertama kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500.

Terungkap identitas korban pertama atas nama Deden Maulana yang merupakan pegawai pengelola barang milik negara di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Setelah berhasil mengidentifikasi, Tim DVI Biddokes Polda Sulsel menyerahkan peti jenazah dengan nomor PB.62.B.02 kepada keluarga korban. Usai penyerahan tersebut, peti jenazah dibawa ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Korban Pertama ATR 42-500, Deden Maulana Pegawai KKP
Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Korban Pertama ATR 42-500, Deden Maulana Pegawai KKP Ihwan Fajar

Tidak ada keterangan dari keluarga korban. Meski demikian, salah satu keluarga mengungkapkan baru akan memberikan keterangan pada jumpa pers pada Kamis (22/1) besok.

Sekadar diketahui, jasad Deden ditemukan Minggu (18/1) lalu. Jasad Deden ditemukan oleh tim SAR gabungan 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Evakuasi jenazah Deden dari jurang Gunung Bulusaraung penuh tantangan. Bahkan, jenazah Deden berhasil dievakuasi Dusun Lampeso, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. 

Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Korban Pertama ATR 42-500, Deden Maulana Pegawai KKP
Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Korban Pertama ATR 42-500, Deden Maulana Pegawai KKP Ihwan Fajar

Jenazah Deden dijemput Helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas. Selanjutnya, jenazah diterbangkan ke Lanud Hasanuddin untuk dibawa ke Biddokes Polda Sulsel agar dilakukan identifikasi oleh tim DVI.

Sebelumnya, Tim DVI Biddokes Polda Sulsel masih melakukan pemeriksaan jenazah korban kecelakaan Indonesia Air Transport ATR 42-500 yang ditemukan pertama oleh tim SAR gabungan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Biddokes Polda Sulsel menyebut jenazah berjenis kelamin laki-laki tersebut sudah dalam kondisi bengkak.

Kepala Biddokes Polda Sulsel Komisaris Besar dr Muh Haris mengatakan masih belum bisa memastikan identitas korban pertama berjenis kelamin laki-laki. Apalagi keluarga korban memberikan foto saat masih muda. Sedangkan, kondisi tubuh sudah berubah.

"Biasanya yang diposting ke kami, yang diberikan kepada kami untuk jenazah yang kedua ini adalah foto waktu masih umur masih muda. Sedangkan beliau mungkin sudah berubah beberapa tahun baru ada foto terbarunya," ujarnya saat jumpa pers di Aula Biddokes Polda Sulsel, Rabu (21/1). 

Selain itu, kondisi tubuh juga akan berubah saat sudah meninggal dunia. Apalagi, korban pertama tersebut sudah dalam kondisi bengkak meski masih utuh saat ditemukan oleh tim SAR gabungan.

"Apalagi dengan cuaca, kondisi, sudah bengkak. Tidak bisa dipastikan dengan foto waktu itu dengan waktu meninggal," kata Haris. 

Haris memaparkan proses identifikasi jenazah dilakukan dengan dua metode yakni primer dan sekunder.

Rekomendasi