Tim DVI berharap keluarga punya foto penumpang Lion Air sesaat sebelum lepas landas

Senin, 29 Oktober 2018 17:56 Reporter : Ronald
Tim DVI berharap keluarga punya foto penumpang Lion Air sesaat sebelum lepas landas Kantong jenazah korban pesawat Lion Air JT 610. ©2018 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Tim dokter gabungan disiapkan untuk melakukan identifikasi korban jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang, Jawa Barat. Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kombes Edy Purnomo menuturkan, tim DVI terdiri dari dokter dari Polda Metro Jaya, Polda Jabar dan mabes Polri, teknisi ahli kimia, ahli biologi, ahli DNA, termasuk tenaga pelaksana dan sopir ambulans.

Sampai saat ini pihaknya telah menerima tujuh kantong jenazah dan kini tengah dibekukan.

"Sudah datang tujuh kantong dari kecelakaan pesawat, dan kantong jenazah langsung dimasukkan ke freezer, baru diperiksa besok, kemudian diminta kepada semua keluarga korban Lion Air untuk hubungi RS Polri tim ante mortem ruang DVI agar bisa melakukan identifikasi kepada korban yang ada," ujarnya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/10).

Pihaknya tidak akan tergesa-gesa dalam proses identifikasi. Prosesnya akan dimulai besok. Hingga pukul 17.20 WIB, belum ada satu pun keluarga penumpang yang melapor ke DVI RS Polri. Dia menitipkan pesan pada keluarga korban untuk kebutuhan proses identifikasi. Salah satunya membawa foto korban terakhir sebelum kejadian.

"Yang paling penting adalah foto korban saat terakhir sebelum kejadian. Orang Indonesia kan hobi selfie sebelum naik pesawat bisa ketahuan pakai pakaian terakhir, jam, cincin apa, celana, sepatu apa. Bisa diidentifikasi," kata Edy Purnomo.

Selain itu, identifikasi juga akan dilakukan dengan mengambil DNA dari keluarga yang memiliki hubungan darah langsung dengan korban. Seperti istri, anak, ayah atau ibu. Keluarga bisa membawa surat-surat yang mencantumkan sidik jari korban untuk kemudian dicocokkan dengan temuan di lokasi kejadian.

"Syukur punya foto gigi, dari barang, kalau nggak ada foto saat senyum, kalau bisa tertawa lebar sehingga semua tampak. Berhubungan dengan pengambilan DNA, tentang sidik jari, semua sertifikat ijazah yang ada sidik jarinya silakan diambil, DNA bisa dari sikat gigi, silakan dibawa, pakaian terakhir yang belum dicuci, boleh, semoga ketemu dan kemudian dokumen pribadi seperti fotokopi KTP, SIM atau yang asli," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini