Tiga hari terapung di Danau Toba, Frans mengaku dibangunkan Tuhan

Senin, 19 Oktober 2015 13:07 Reporter : Kresna
Tiga hari terapung di Danau Toba, Frans mengaku dibangunkan Tuhan Kesaksian korban helikopter jatuh di Danau Toba. ©2015 merdeka.com/kresna

Merdeka.com - Fransiskus Subihardayan (22) korban Helikopter yang jatuh di Danau Toba mengalami kejadian-kejadian yang aneh dan di luar akal sehat. Selama tiga hari terapung di danau Toba, dia merasa dibangunkan Tuhan setiap pagi.

"Setiap pagi itu saya merasa dibangunkan Tuhan, disuruh tetap bertahan," katanya saat ditemui merdeka.com di rumahnya, Senin (19/10).

Meski setiap pagi seperti diberikan semangat untuk bertahan hidup, namun Frans mengaku pernah merasa kesal dan marah kepada Tuhan. Dia merasa diperlakukan tidak adil oleh Tuhan.

"Saya sudah berdoa, seharian, tapi tidak ada jawaban. Saya sempat marah, kenapa Tuhan membiarkan saya terombang-ambing di danau, kan Dia maha penolong, maha baik. Tapi kenapa saya dibiarkan," ujarnya.

Pada hari kedua, sudah pasrah. Dia berdoa kepada Tuhan jika memang sudah waktunya, dia siap untuk dipanggil.

"Saya pasrah, kalau sudah saatnya dipanggil Tuhan, ya sudah saya siap. Saya sudah nggak sanggup lagi," ungkapnya.

Setelah berdoa Frans merasa ada seseorang yang berbisik padanya untuk tidur. Frans kemudian pun tidur. Keesokan harinya dia bangun dan melihat ada daratan. Namun karena tidak kuat untuk berenang, dia kembali memejamkan matanya.

"Saya bangun tiba-tiba sudah berada di atas kapal karet penyelamat. Saya langsung mengucap syukur. Berdoa berterima kasih pada Tuhan. Ini mukjizat Tuhan yang nyata saya rasakan," tandasnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini