Tidur di rumah, Sarno kaget saat bangun ada di tebing setinggi 100 m

Jumat, 31 Maret 2017 00:19 Reporter : Purnomo Edi
Tidur di rumah, Sarno kaget saat bangun ada di tebing setinggi 100 m Sarno tiba-tiba berpindah ke tebing Pantai Krakal saat bangun dari tidur. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Peristiwa aneh dialami Sarno, warga Walik Angin, Ngestirejo, Tanjungsari, Gunungkidul, DIY. Sebab, saat terbangun dari tidurnya, Sarno yang mengaku semula berada di rumah, tiba-tiba sudah berada di tepi tebing Alas Sumur yang berada di utara tebing Pantai Krakal, Rabu (29/3) tengah malam. Lokasi rumah Sarno dengan Pantai Krakal berjarak kurang lebih 7 kilometer.

Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Marjono yang mengevakuasi korban dari tebing setinggi 100 meter menceritakan, Sarno mengaku bermimpi buruk didatangi segerombolan orang. Segerombolan orang itu ingin mengambil sapi milik Sarno.

"Sarno bercerita bahwa dirinya saat bermimpi sedang berasa di sebuah tempat yang bernama Ngalas Sumur. Sarno mimpi didatangi segerombolan orang yang ingin mengambil sapinya. Lalu Sarno pun melarikan diri ke tengah hutan," terang Marjono saat dihubungi, Kamis (30/3).

Marjono kembali menceritakan, karena mimpi buruk, Sarno langsung terbangun. Saat bangun, Sarno kaget karena tak berada di rumahnya. Sarno tiba-tiba ada di tebing Pantai Krakal yang berketinggian 100 meter. Sarno pun kemudian berteriak minta tolong. Bahkan Sarno berteriak-teriak masih dikeroyok oleh segerombolan orang yang ingin mengambil sapi miliknya di dalam mimpi.

"Teriakan tolong itu kemudian didengar oleh seorang warga bernama Warso. Warso pun segera memanggil warga lainnya. Karena terus menerus minta tolong, warga pun menghubungi pihak Polsek Tanjungsari dan tim SAR Gunungkidul. Kejadiannya sekitar pukul 24.00 WIB," jelas Marjono.

Sulitnya medan membuat pihak kepolisian dan Tim SAR harus mendatangkan peralatan tali temali untuk mengevakuasi korban dari tebing. Saat sedang menunggu peralatan untuk evakuasi, korban ternyata bisa turun sendiri tanpa bantuan peralatan.

"Anehnya, korban bisa turun tanpa bantuan alat apapun dengan waktu turun hanya 5 menit. Korban yang tadinya terus meminta tolong tiba-tiba terdiam dan menuruni tebing. Padahal di lokasi tersebut orang normal tanpa bantuan alat berupa tali pasti mengalami kesulitan jika menuruni tebing itu. Sebab tebingnya curam dan batunya tajam," urai Marjono.

Sarno langsung diserahkan ke pihak keluarga. Kondisi Sarno yang mengalami kebingungan membutuhkan pendampingan keluarga.

[noe]

Topik berita Terkait:
  1. Kisah Unik
  2. Mistis
  3. Misteri
  4. Yogyakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini