The Unsung Heroes: Seutas Cerita Berkesan Para Pendamping Asian Para Games 2018
Merdeka.com - Selalu ada kisah yang menarik di balik terselenggaranya sebuah perhelatan besar. Tak terkecuali Asian Para Games 2018 ini. Acara ini memang adalah acara olahraga, tetapi saat di lapangan, acara ini sebetulnya milik semua orang dari berbagai latar belakang sosial dan profesi.
Keberhasilan para atlet penyandang disabilitas dan para pelatihnya dalam merebut medali kebanggaan Indonesia tak bisa dilepaskan dari jasa para penerjemah hingga psikolog yang turut berperan aktif. 'The unsung heroes' ini punya cerita yang tak kalah berkesan sepanjang gelaran yang berlangsung dari tanggal 6 Oktober hingga 13 Oktober 2018 ini.
Para pembisik tunanetra membuat jalannya kompetisi renang jadi seru

Aris perenang Indonesia yang berhasil meraih medali perak di nomor 100 meter gaya dada klasifikasi S ©2018 Merdeka.com
Cabor renang di Asian Para Games 2018 mendapat cukup banyak penonton. Terutama dari teman-teman penyandang disabilitas tunanetra. Meski tidak bisa melihat, penonton tunanetra tetap bisa menikmati jalannya kompetisi berkat jasa para pendamping yang menjadi pembisik mengenai jalannya lomba.
"Kami menjelaskan ke anak-anak, contohnya mengenai jumlah yang datang dan yang ikut pertandingan itu misalkan lima orang. Mereka datang dari mana saja. Kita kasih tahu juga posisi mereka," ujar Agatha Christie, salah seorang pendamping dari Yayan Elsafan, seperti yang dikutip dari Bola.com.
Guide pelari disabilitas netra, harus lari lebih kencang ketimbang sang atlet

Abdul Halim Dalimunthe dan guide runnernya, Ahmad Azlan ©2018 Bola.com/M Iqbal Ichsan
Ada yang unik dalam tugas guide pelari disabilitas netra. Cerita ini dituturkan oleh Ahmad Azlan, guide yang membantu Abdul Halim Dalimunte meraih medali perak 100 m T11 Asian Para Games 2018.
Peranan guide pelari disabilitas netra ini sangat penting karena ia harus bisa berlari lebih cepat ketimbang pelari utamanya. "Kalau kecepatannya sama, waktu terbaiknya enggak dapat. Saya itu kan (tugasnya) menarik (Halim), jadi harus cepat," cerita Azlan dikutip dari Liputan 6.
Untuk itu penting sekali membangun chemistry antara atlet dengan guide runnernya agar bisa mencapai garis finish dengan maksimal.
Peran penting penerjemah demi mulusnya komunikasi

Para penerjemah Asian Para Games ©2018Bola.com/Benediktus Gerendo Pradigdo
Jika Anda berada di venue Asian Para Games 2018, orang-orang dengan vest warna-warni sibuk berlalu-lalang mendamping para atlet penyandang disabilitas dari luar Indonesia. Mereka adalah para penerjemah atau interpreter. Penerjemah Arab menggunakan vest warna unggu, Mandarin menggunakan vest merah mudah, Jepang menggunakan vest kuning, Korea menggunakan vest hijau dan Inggris menggunakan vest merah.
Kehadiran para interpreter ini sangat membantu jalannya Asian Para Games 2018 untuk mengatasi perbedaan bahasa. Meski sebelumnya tak pernah mendampingi para penyandang disabilitas, para interpreter mengaku sangat senang punya kesempatan berkenalan dengan para atlet ini.
"Ini pengalaman luar biasa bagi saya karena ada banyak hal yang sebelumnya tidak pernah saya dapatkan. Ketika saya berbincang dengan atlet asing, mereka tidak pesimistis. Mereka ingin mengajak masyarakat mau memperlihatkan bahwa tidak ada yang mustahil di dunia ini," ungkap Agustiar Nur Akbar, penerjemah Arah yang merupakan seorang guru ini.
Dedikasi total para relawan dari pagi hingga malam

Relawan Asian Para Games 2018 ©2018 Inapgoc
Dengan banyaknya cabang olahraga yang bertanding di lokasi yang berbeda-beda, tentu menyulitkan penonton yang ingin menyaksikan pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia ini. Terlebih teman-teman penyandang disabilitas yang mobilitasnya terbatas. Di situlah peranan para relawan sangat diperlukan untuk membantu pengunjung. Ada ratusan relawan profesional lain yang diutus oleh Kemensos RI.
Dari pagi hingga malam, para relawan ini berjaga di pintu 5 GBK untuk memberikan petunjuk dan bantuan para pengunjung. Tiap relawan memiliki job description sesuai kategori yang ditentukan, misalnya volunteer untuk disabilitas intelektual, disabilitas rungu wicara dan disabilitas netra.
Annisa Darmawati, salah seorang volunteer merasa terkesan dengan tugasnya ini. Baru pertama kali terlibat, Annisa merasa lebih banyak suka ketimbang duka saat menjalankan tugas sebagai volunteer ini.
Pendampingan para psikolog sangat penting

Aktivitas Atlet Asian Para Games 2018 di Luar Arena Pertandingan ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Ada bagian penting dari perjuangan para atlet Asian Para Games 2018 yang tak boleh dikesampingkan begitu saja, yaitu peranan para psikolog. Dalam gelaran tahun ini, Kemenpora menyiapkan pengawalan psikolog pada setiap cabor. Keberadaan psikolog ini bertujuan untuk mendongkrak mental atlet yang akan berlaga di lapangan.
"Sekali lagi terima kasih juga kepada tim psikolog yang setiap saat mendampingi para atlet. Dan itu menjadi pelajaran penting bagi kita kedepan untuk multi event berikutnya. Kita harus perkuat tim psikolog sebagai orang yang mengawal setiap saat agar motivasi atlet betul-betul bulat," Menpora menegaskan, seperti yang dikutip dari Bola.com.

Dukungan terus bergulir untuk para atlet yang berlaga di Asian Para Games 2018 ©2018 Bola.com
Mereka semua memang bukan orang-orang yang unggul dalam bidang olahraga, tetapi dukungan para pahlawan yang bersedia meminjamkan waktu dan tenaganya demi kesuksesan Asian Para Games 2018 ini tak kalah pentingnya. Grab selaku official mobile platform partner juga mendukung Asian Para Games 2018 melalui layanan khusus, di antara Grab Gerak dan Golf Car. Layanan ini merupakan wujud komitmen nyata terhadap Indonesia. Karena #KemenanganItuDekat dan siapapun berhak merasakan, termasuk teman-teman penyandang disabilitas.
Grab selaku official mobile platform partner juga mendukung Asian Para Games 2018 (mdk/wnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya