The Jak nangis Saat Haringga Dikeroyok Bobotoh: Mau Bantu Tapi Konyol

Kamis, 31 Januari 2019 20:16 Reporter : Aksara Bebey
The Jak nangis Saat Haringga Dikeroyok Bobotoh: Mau Bantu Tapi Konyol Sidang Pengeroyokan Haringga Sirla. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Supporter Persija Jakarta mengaku pasrah dan tidak bisa menolong Haringga Sirla saat dianiaya hingga meninggal dunia. Hal itu karena suasana para oknum pendukung Persib yang mengerumuni Haringga tidak bisa dikontrol.

Hal itu diungkapkan Febri Ramadhan (25) yang hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus penganiayaan Haringga di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kamis (31/1).

Dalam perkara ini, ia bersaksi untuk terdakwa Goni Abdulrahman (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Budiman (41), Cepi (20), Joko Susilo (32) dan Aldiansyah (21). Mereka sebelumnya didakwa dua pasal yakni Pasal 338 KUHP dan kedua diatur Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.

Febri Ramadhan mengaku datang sendiri saat laga Persib melawan Persija pada 23 September 2018 di Stadion Gelora Bandung Laitan Api. Ia tidak mengenal Haringga Sirla. Saat hendak memasuki stadion, ia mendengar ada keributan.

Saat dihampiri, Febri melihat seseorang yang mengacungkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Persija, di saat bersamaan, ada seseorang yang terbaring. Karena banyak yang meneriakan kata-kata Persija, Febri meyakini bahwa orang yang terbaring adalah supporter Persija.

Saat Haringga dianiaya, Febri mengaku tidak bisa menolongnya karena bisa membahayakan nyawanya. Namun, ia memutuskan untuk melaporkan peristiwa itu kepada pihak berwajib. Langkah itu dinilai paling realistis dilakukan.

"Saya berdoa saat dia ‎(Haringga) dikeroyok. Saya sampai keluar air mata. Sempat mau membantu tapi mikir itu konyol dan akhirnya saya cari polisi," ujarnya saat memberikan kesaksian di persidangan.

‎Setelah melaporkannya pada polisi, ia kembali ke lokasi kejadian‎ dan melihat kondisi Haringga sudah parah. Dalam persidangan, ia mengingat salah satu terdakwa bernama Aditya.

"Setelah tahu identitas Haringga, saya melaporkan kejadian ke teman-teman saya di Jakarta," katanya.

Selain Febri, sidang menghadirkan saksi Dede Supriadi (35) suporter Persib asal Ciamis, Adang Ali (56) seorang pedagang dan Fitri (20), teman terdakwa Aditya.

Dede Supriadi mengaku berusaha melerai namun saat itu, ia tidak memakai atribut Persib. Usahanya pun sia-sia. Haringga tetap dianiaya oleh sejumlah oknum pendukung Persib.

"Saya spontan langsung mendekat untuk melerai tapi tidak bisa karena kondisinya tidak memungkinkan," ujarnya.

Di tempat yang sama, Adang Ali seorang pedagang mengatakan, kejadian penganiayaan itu berada di dekat gerobaknya. Saat kejadian pun Haringga sempat berlindung di dekat gerobaknya.

Namun, penganiayaan terus berlanjut dan suasana makin ribut. Ia sempat ikut melindungi Haringga dan berusaha meredam situasi panas tersebut, namun berakhir sia-sia.

"Saya berusaha melerai tapi ‎tidak sanggup sampai akhirnya saya pingsan," katanya.

Sidang dilanjutkan pekan selanjutnya dengan pemeriksaan saksi. Salah satunya, saksi yang meringankan terdakwa Joko Susilo. Sedari awal, Joko engaku tiak memukul Haringga. Ia berdalih saat itu hanya menolong seorang perempuan yang terjebak di kerumunan massa. Perempuan itu diketahui bernama Laelasari, yang juga cucu dari Adang Ali. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini