Tetes air mata warnai aksi doa bersama insiden bom Surabaya di Monas
Merdeka.com - Ratusan peserta aksi Solidaritas dan Doa Bersama memadati Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat. Kehadiran mereka untuk menasbihkan dan menolak segala bentuk aksi terorisme, apalagi yang melibatkan anak-anak.
Pantauan di lokasi, Selasa (15/5) malam, mereka mengenakan pakaian serba putih dan pita bendera merah putih.Bentangan spanduk dan poster yang menolak aksi terorisme terpasang di lokasi. Seruan setop libatkan anak dalam aksi teror pun mendominasi spanduk yang dibawa peserta. Teriakan tangkap, lawan dan tumpas teroris juga terus disuarakan.
Namun ada yang tidak biasa dalam isi spanduk. Yaitu setiap peserta diimbau tidak membawa tas, ransel dan sejenisnya. Saat dikonfirmasi ke salah satu peserta, mereka pun mengamini imbauan tersebut.
"Iya enggak apa, bagus juga. Ya jaga-jaga tetapi semoga aman aja," ujar salah satu peserta aksi.
Gelaran aksi dan doa bersama diawali dengan mengucapkan salam dan menyanyikan lagu Padamu Negeri dan Gugur Bunga. Kedua lagu tersebut dipersembahkan bagi korban tewas kerusuhan di Mako Brimob dan korban teror tiga bom di gereja, Surabaya, Jawa Timur.
"Telah gugur pahlawanku, gugur satu tumbuh seribu," seru peserta.
Nyanyian kedua lagu itupun menambah suasana khidmat di lokasi. Beberapa peserta terlihat meneteskan air mata dan terus menunduk.
Budi Ari, relawan PROJO mengatakan, gelaran aksi ini juga sekaligus bentuk dukungan kepada penegak hukum untuk mengusut teroris sampai ke akar-akarnya.
"Kita mengheningkan cipta dan doa bersama sebagai rasa bela sungkawa kami yang dalam," kata Budi.
Budi pun meminta agar para warga bangsa bahu membahu untuk memukul mundur terorisme. Sebab peristiwa di Mako Brimob dan tiga bom di gereja Surabaya adalah tragedi kemanusiaan.
"Ayo segera kita bahu membahu karena ini harus seluruh warga bangsa berani melawan terorisme," katanya.
Reporter: Moch Harun
Sumber: Liputan6.com
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya