Polisi telah mengungkap alasan di balik pembunuhan dan mutilasi wanita di Mojokerto, Jawa Timur. Pelaku berinisial AM (24), yang merupakan pacar dari korban berinisial TAS (25), merasa terbebani dengan gaya hidup hedonis yang dijalani oleh korban.
Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto, menjelaskan bahwa hubungan asmara mereka telah terjalin selama sekitar tiga tahun, dan keduanya bahkan tinggal serumah meskipun belum menikah.
“Pelaku ini sedikit kewalahan terhadap kebutuhan ekonomi dan gaya hidup korban, yang menuntut gaya hidup hedonis, salah satunya adalah selalu minta HP yang baru,” ungkap Ihram kepada wartawan pada Senin (8/9).
Hubungan pelaku dan korban sering kali diwarnai dengan pertengkaran. Pada malam kejadian, pelaku tidak dapat masuk ke dalam kos karena pintu dikunci oleh korban.
“Pelaku menunggu satu jam dan kemudian dibukakan pintu oleh korban. Selanjutnya terjadi cekcok lagi, korban naik ke lantai atas yang kemudian diikuti oleh pelaku,” jelasnya.
Dalam keadaan emosi yang memuncak, pelaku mengambil pisau dan menusukkannya ke leher korban. Akibatnya, korban dimutilasi menjadi 65 bagian.
“Pelaku seketika mengambil alat bantu jenis pisau dan menusukkan ke leher korban hingga korban meninggal dunia. Selanjutnya, pelaku memutilasi korban di dalam kamar mandi kos,” kata Ihram.
Advertisement
Kronologi Penemuan Potongan Tubuh
AKBP Ihram menjelaskan mengenai kronologi penemuan potongan tubuh korban mutilasi. Dia mengungkapkan bahwa seorang petani menemukan potongan kaki manusia saat sedang berkebun, dan saksi tersebut segera melaporkan temuan itu kepada Polsek Pacet.
"Selanjutnya tim bergerak dengan cepat yang tentunya tim ini merupakan tim yang sangat mahir terampil dan berkelas di bidangnya," ujarnya.
AKBP Ihram juga menyatakan bahwa dia langsung berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur dan mengajak relawan serta warga setempat untuk mencari bagian tubuh lainnya.
"Karena informasi beberapa waktu yang lalu juga ditemukan serpihan rambut," ucapnya. Dengan bantuan anjing pelacak, tim akhirnya berhasil menemukan bagian-bagian tubuh korban yang lain. Setelah melakukan pendalaman pada salah satu bagian tubuh korban, pihaknya dapat mengidentifikasi terduga korban.
"Setelah kita datang ke alamat korban bahwa benar orang tuanya mengatakan tersebut. Selanjutnya dengan teknologi dan pengembangan yang kami lakukan tentunya dari digital forensik, kita bisa mengejar terduga pelaku yang saat itu sedang berada di salah satu kos-kosan di wilayah Surabaya," ujarnya.
AKBP Ihram mengungkapkan bahwa saat penggerebekan dilakukan, ditemukan beberapa potongan tubuh korban yang telah dibagi menjadi kepingan-kepingan seperti daging yang siap dimasak di dalam kos-kosan tersebut.
"Kemudian kami temukan juga beberapa serpihan tulang-tulang yang cukup banyak, bahkan sampai ratusan serpihan tulang, yang selanjutnya kami lakukan pendalaman bahwa benar yang bersangkutan melakukan kegiatan mutilasi terhadap korban," ucapnya.
Advertisement
Pelaku Ditangkap
AM telah ditangkap oleh pihak kepolisian dan kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus mutilasi TAS. Pelaku diketahui berasal dari Sumatera dan sebelumnya bekerja sebagai tukang jagal hewan.
Menurut informasi dari KTP, korban merupakan seorang pelajar yang telah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi sebelum peristiwa tragis ini terjadi.
"Saat sekarang ini sudah kita amankan yang bersangkutan diduga kuat sebagai pelaku dengan serangkaian alat bukti yang sudah kita kumpulkan dan keterangan saksi bahkan keterangan ahli," ungkap Ihram.