Tersangka Penggorok Istri Siri di Deli Serdang Meninggal Dunia

Sabtu, 17 Oktober 2020 23:33 Reporter : Yan Muhardiansyah
Tersangka Penggorok Istri Siri di Deli Serdang Meninggal Dunia Ilustrasi Penjara. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Ferry Pasaribu (56), tersangka pembunuh istri sirinya, Fitri Yanti (43), di Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut, meninggal dunia. Tahanan ini mengembuskan napas terakhir setelah dirawat di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (17/10) pagi.

Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Ardian Yunan Saputra membenarkan meninggalnya Fery. "Tahanan tersebut meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WIB, dan diserahkan kepada keluarganya pukul 11.30 WIB. Pihak keluarga tidak bersedia diautopsi," ungkapnya kepada wartawan.

Dia menyebutkan, sebelumnya, Fery mengeluh sakit serta mengalami demam tinggi dan lemas pada Jumat (16/10). Personel Sat Tahti langsung membawanya ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan pengobatan. "Meski sudah menjalani pengobatan, nyawa tersangka tetap tidak tertolong," jelas Ardian.

Seperti diberitakan, Ferry diringkus polisi di Jalan Flamboyan, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (21/9). Warga Jalan Pingpong ini ditangkap karena telah melakukan pembunuhan terhadap istri sirinya Fitri. Perempuan yang beralamat di Jalan Bromo, Medan, dia gorok dan jasadnya dibuang di pinggir Jalan Mahoni Pasar II Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut.

Setelah ditangkap diinterogasi, Ferry mengaku melakukan pembunuhan karena sakit hati dimaki-maki Fitri. "Korban minta dibelikan rumah, tapi tersangka belum bisa menyanggupinya," jelas Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Kamis (24/9).

Setelah merencanakan pembunuhan sejak sepekan sebelumnya, pada Sabtu (29/8), Ferry mengajak Fitri bertemu dengan alasan ingin makan malam bersama. Mereka berjumpa di Jalan Jermal VII, Medan Denai, sekitar pukul 07.00 WIB.

Keduanya kemudian berboncengan menuju lokasi perumahan di Jalan Pasar I Tambak Rejo, Percut Sei Tuan. Fitri sebelumnya mengatakan ingin membeli rumah di lokasi ini.

Dalam perjalanan, keduanya bertengkar karena Fitri protes Ferry belum menafkahinya. Sepeda motor akhirnya dihentikan di Jalan Mahoni Pasar II Desa Bandar Klippa. Saat turun dari sepeda motor, Fitri melihat benda menonjol di balik baju bagian pinggang Ferry. Saat ditanya, laki-laki itu mengaku benda yang dibawanya adalah pisau. Tak lama berselang, Ferry menggorok leher istrinya itu.

"Tersangka mengaku telah menikah siri dengan korban sejak 4 tahun lalu. Korban merupakan istri keduanya," jelas Riko.

Dalam kasus ini, Ferry dijerat dengan Pasal 340 dan atau Pasal 338 KUHPidana, karena melakukan pembunuhan berencana. "Ancamannya hukuman mati," pungkas Riko. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini