Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terlibat Pembunuhan Berencana, Caleg ini Terancam Hukuman Mati

Terlibat Pembunuhan Berencana, Caleg ini Terancam Hukuman Mati

Terlibat Pembunuhan Berencana, Caleg ini Terancam Hukuman Mati

Jasad korban ditemukan terbungkus selimut oleh seorang pesepeda pada Minggu (25/2) lalu.

 Kasus penemuan jasad perempuan di kawasan Banjar terungkap. Korban diketahui bernama Indriana Dewi Eka (25) dibunuh dengan terencana. Satu dari tiga orang tersangka adalah calon anggota legislatif (caleg). Motifnya adalah cinta segitiga.

Terlibat Pembunuhan Berencana, Caleg ini Terancam Hukuman Mati

Jasad korban ditemukan terbungkus selimut oleh seorang pesepeda pada Minggu (25/2) lalu. Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.

Para tersangka adalah Didot Aliviansyah (DA), Devara Putri Prananda (DP) dan Muhammad Reza Swastika (MR). Tersangka yang tercatat sebagai Caleg adalah Devara Putri. Ia bertarung dalam kontestasi politik merebut kursi DPR RI nomer urut 4 di Daerah Pemilihan Jabar IX dari partai Garuda.

Terlibat Pembunuhan Berencana, Caleg ini Terancam Hukuman Mati

"Tim penyidik mendapatkan informasi memang yang didapatkan kurang lebih seperti itu, tersangka DP turut serta untuk dalam pesta politik sebagai caleg," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Jules Abraham di Mapolda Jawa Barat, Senin (4/3).

Perencanaan Pembunuhan

Kasus pembunuhan ini berawal saat Didot ingin menjalin asmara dengan Devara yang berstatus mantan. Namun, di saat yang bersamaan, Didot sedang menjalin hubungan dengan korban. 

Devara menyetujui untuk kembali menjalin kasih dengan Didot dengan syarat Indriana harus dibunuh. Didot pun menyanggupinya. Namun, ia sepakat menyewa orang lain untuk melakukan ekskusi. Singkat cerita dipilihlah Muhammad Reza.

 Sempat ragu, Muhammad Reza pun menyetujuinya karena tergoda imbalan Rp 50 juta. Uang itu dibutuhkan agar bisa lepas dari jeratan utang.

Rencana pembunuhan pun dibahas oleh mereka bertiga di sebuah kosan pada pertengahan Februari lalu. Cara membekap dipilih dan semua perlengkapan dicatat agar tak meninggalkan jejak.

“Usulan rencana pembunuhan lainnya yaitu agar pembunuhan dilakukan di tempat sepi dan tidak terdapat kamera CCTV. Termasuk menggunakan mobil sewaan atau rental. Mereka sepakat,” ucap ucap Jules.


Pada Selasa (20/2), Didot pun menjalankan aksinya. Ia menyewa mobil dengan plat nomer palsu B 2848 POX. Didot bersama Muhammad Reza menjemput korban. Mereka pergi jalan-jalan ke Puncak, Kabupaten Bogor, tepatnya ke Bukit Pelangi. 

Terlibat Pembunuhan Berencana, Caleg ini Terancam Hukuman Mati

Saat perjalanan pulang, Muhammad Reza yang duduk di belakang korban sudah bersiap. Didot pun memberikan kode ketika berpura-pura menepikan mobil untuk buang air kecil. Tak berselang lama, Muhammad Reza menjerat leher korban menggunakan ikat pinggang sekira 15 menit. Didot kembali ke mobil setelah diberitahu bahwa korban sudah meninggal dunia. Di tempat terpisah, Didot memberi kabar kepada Devara Putri bahwa rencana sudah dijalankan.

Terlibat Pembunuhan Berencana, Caleg ini Terancam Hukuman Mati

Untuk memastikan kondisi aman, Devara datang ke rumah ibu korban berpura-pura mengirimkan makanan dan datang sebagai Shoppe Food memastikan orang di rumah tidak panik.

 Jenazah korban dibawa oleh Didot dan Muhammad Reza ke kosan untuk ditutupi selimuti bed cover. Lalu, Pada 21 Februari 2024 sekitar pukul 13. 00 WIB, ketiga tersangka pergi menggunakan mobil sewaan untuk membuang mayat yang rencananya akan disimpan di laut Pangandaran.

Ketiganya langsung berangkat bersama mayat dan sempat berisitraha di Cirebon untuk melanjutkan perjalanan ke daerah Kuningan. Di sini mobil yang ditumpangi alami kecelakaan setelah menabrak batu. Mobil bocor di bagian mesin bawah sehingga harus diderek menuju daerah Banjar.

 Pada 22 Februari ketiga tersangka membawa mobil ke sebuah penginapan. Mereka tidur di kamar sedangkan mobil disimpan di pinggir jalan. Pada siang hari mereka juga menyewa towing membawa mobil ke bengkel yang sudah dicari tersangka di daerah Dusun Cilengkong, Kecamatan Banjar, Kabupaten Banjar. Di mobil tersebut masih ada jenazah korban. 

Pada Jumat, 23 Februari 2023 sekitar pukul 01.00 WIB, ketiganya memutuskan untuk membuang jenazah di lokasi yang berbeda dari rencana awal karena jenazah sudah mulai berbau.

Terlibat Pembunuhan Berencana, Caleg ini Terancam Hukuman Mati

Sebelum dibuang ke jurang sedalam 100 meter, perhiasan korban pun dilucuti. Mereka pun menghilangkan barang bukti, membakar sarung tangan dan lain-lain. "Barang-barang juga dibuang ke aliran sungai. Para tersangka sampai Jakarta pada 24 Februari lalu mengembalikan mobil ke pemiliknya," ungkap Jules.


Terlibat Pembunuhan Berencana, Caleg ini Terancam Hukuman Mati

Jasad korban pun akhirnya ditemukan pada Minggu (25/2) pagi oleh warga yang sedang bersepeda. Akibat perbuatannya, para tersangka disangkakan Pasal 340 KUHP, 338, 365 ayat 4 dengan ancaman pidana mati.

Penemuan Jasad Lelaki Tergantung dengan Tangan Terikat ke Belakang
Penemuan Jasad Lelaki Tergantung dengan Tangan Terikat ke Belakang

Korban sempat cekcok dengan istrinya hingga sang istri meninggalkannya.

Baca Selengkapnya
Pengakuan Keponakan Bunuh Paman dan Simpan Mayat Korban Dalam Sarung: Istirahat Masih Disuruh Jaga Warung
Pengakuan Keponakan Bunuh Paman dan Simpan Mayat Korban Dalam Sarung: Istirahat Masih Disuruh Jaga Warung

Pelaku mengaku sempat tersungkur usai membunuh korban karena menyesali perbuatannya.

Baca Selengkapnya
Satu Korban Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Halim Utama Alami Pendarahan Otak
Satu Korban Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Halim Utama Alami Pendarahan Otak

Korban yang mengalami luka serius itu merupakan sopir mobil pikap.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Segini Santunan dari Pemerintah untuk Korban Meninggal Kecelakaan KA di Cicalengka
Segini Santunan dari Pemerintah untuk Korban Meninggal Kecelakaan KA di Cicalengka

Besaran dana santunan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI No.15 Tahun 2017.

Baca Selengkapnya
Pengakuan Pembunuh Pedagang Semangka di Kramat Jati: Murka Korban Tak Nikahi Istrinya
Pengakuan Pembunuh Pedagang Semangka di Kramat Jati: Murka Korban Tak Nikahi Istrinya

DJ menganiaya korban dengan cara membacok dan menyiram air keras pada Senin (8/1) kemarin.

Baca Selengkapnya
Tipu Muslihat Keponakan Usai Bunuh Paman di Pamulang Tangsel dan Bungkus Jasad Korban Dalam Sarung
Tipu Muslihat Keponakan Usai Bunuh Paman di Pamulang Tangsel dan Bungkus Jasad Korban Dalam Sarung

Motif pelaku membunuh karena sakit hati kepada korban.

Baca Selengkapnya
Korban Begal Malah jadi Tersangka Berujung Dibebaskan, Begini Duduk Perkara Sebenarnya
Korban Begal Malah jadi Tersangka Berujung Dibebaskan, Begini Duduk Perkara Sebenarnya

Fiki akhirnya dibebaskan setelah dalam serangkaian penyidikan diketahui perbuatan yang dilakukannya untuk melindungi diri.

Baca Selengkapnya
Sebelum Dimutilasi dan Bagian Tubuh Ditawarkan ke Warga, Korban dan Suaminya Kerap Cekcok Sengit
Sebelum Dimutilasi dan Bagian Tubuh Ditawarkan ke Warga, Korban dan Suaminya Kerap Cekcok Sengit

Peristiwa ini baru terjadi Jumat (3/5/2024) sekitar pukul 07.30 WIB di Dusun Sindangjaya, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis.

Baca Selengkapnya
Usai Membunuh, Pelajar SMK di Penajam Paser Setubuhi Jasad Ibu Pacarnya dan Sang Kekasih
Usai Membunuh, Pelajar SMK di Penajam Paser Setubuhi Jasad Ibu Pacarnya dan Sang Kekasih

Korban tewas yakni WL (35), SW (34), VD (12), RJ (15) dan ZA (3). Kelimanya luka di bagian kepala.

Baca Selengkapnya