Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Delegasi Utusan Khusus Presiden Korea Selatan (Korsel), Cho Jeong-Sik, Seo Young-Kyo dan Lee Jae-Gang di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (12/8/2025). Dalam pertemuan ini, Puan mendorong pembahasan pembaruan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea yang saat ini tertunda.
"Saya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Presiden Republik Korea yang baru, Yang Mulia Lee Jae-Myung. Semoga di bawah kepemimpinannya, hubungan Indonesia-Korea semakin berkembang dan juga berdampak positif bagi stabilitas di Kawasan Asia Timur," kata Puan.
"Kunjungan bapak ibu sekalian sebagai Utusan Khusus Presiden Korea mencerminkan komitmen pemerintah Korea yang baru untuk terus mengembangkan hubungan baik Indonesia dan Korea," imbuhnya.
Ia menilai kedua negara memiliki kesamaan nilai demokrasi, HAM, dan rule of law, serta perlu memperkuat kerja sama memajukan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan. "Kedua negara perlu memajukan kerja sama internasional dan mendorong penyelesaian konflik agar dunia yang penuh perang di berbagai wilayah menjadi damai, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujar Puan.
Puan menyinggung potensi kolaborasi melalui forum G20, MIKTA, dan ASEAN+3 untuk memajukan pembangunan di kawasan Asia Tenggara dan Timur. Menurutnya, parlemen kedua negara adalah anggota Inter-Parliamentary Union (IPU), sehingga ia pun mendukung posisi Parlemen Korea sebagai observer di ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) dan menyebut DPR juga telah membentuk Kelompok Persahabatan Bilateral dengan Majelis Nasional Korea periode 2024–2029.
Ia berharap diplomasi parlemen ini dapat memperkuat hubungan kedua negara, termasuk antar masyarakat. "Saya telah menerima informasi bahwa pertemuan Ketua Parlemen MIKTA mendatang akan diadakan di Seoul, 12 November 2025. Saya merencanakan akan hadir pada pertemuan tersebut," kata Puan.
Di bidang perdagangan, nilai perdagangan bilateral 2024 diketahui tercatat US$20,13 miliar. Puan optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,12% pada triwulan II/2025 menjadi peluang investasi bagi pengusaha Korea. "Saya berharap arus perdagangan akan meningkat secara besar tahun ini dan di masa mendatang," jelas Puan.
Terkait isu PMI, Puan menyoroti belum diperpanjangnya MOU Employment Permit System (EPS) karena korea tidak sepakat dengan elemen perlindungan pekerja perikanan. "PMI di Korea adalah para pekerja yang memiliki semangat tinggi untuk bekerja dan produktif. Sehingga mereka tentu akan berkontribusi positif bagi ekonomi Korea," tutur Puan.
"Saya harapkan dukungan dari Majelis Nasional Korea untuk upaya perlindungan PMI Indonesia yang bekerja di Korea. Saya juga berharap mereka selalu mendapat perlakuan yang baik dan selalu dipenuhi hak dan kewajibannya selama tinggal di Korea," imbuhnya.
Puan juga mendorong peningkatan hubungan antar masyarakat, kerjasama pendidikan, beasiswa mahasiswa/pelajar, pengajar, hingga pariwisata dan pertukaran budaya.
Ia menekankan, DPR pun juga turut memantau situasi di Semenanjung Korea dan konsisten berpandangan pentingnya menciptakan stabilitas dan wilayah bebas senjata nuklir. "Indonesia mendorong para pihak yang terlibat untuk menahan diri dan menghindari eskalasi ketegangan di kawasan," sebut Puan.
Di akhir pertemuan, Puan menyampaikan terima kasih dan menitipkan salam untuk Presiden Korea Korea Lee Jae-Myung yang sedang menjalankan tugas. "Saya percaya diskusi singkat kita ini dapat berguna untuk saling mengetahui perkembangan terkini hubungan bilateral kedua negara," ucap Puan.
"Saya berharap kunjungan bapak ibu ke Jakarta kali ini dapat berjalan lancar dan bermanfaat bagi hubungan kedua negara di masa depan," tutupnya.