Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terdakwa Bom Bali Hambali Pernah Minta Dijenguk

Terdakwa Bom Bali Hambali Pernah Minta Dijenguk hambali alias riduan isomuddin. ©AFP

Merdeka.com - Encep Nurjaman atau yang akrab dikenal Hambali atau Riduan Isamuddin terdakwa teroris bom Bali I pada 2002 pernah meminta untuk dijenguk. Hal itu disampaikan oleh Mayor James Valentine selaku salah satu tim pengacara yang dipilih oleh Pemerintah Amerika Serikat untuk membela Hambali.

"Hambali pernah menyampaikan keinginan itu (prihal permintaan untuk dikunjungi), dan keinginanya sudah sampai ke pemerintah (Indonesia), kata James saat Konferensi Pers terkait Kepastian Hukum Hambali di Jl. RS. Fatmwati No. 22, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3).

James mengaku telah menyampaikan permintaan Hambali itu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, Amerika Serikat. "Tidak ada kata apa-apa hanya di catat saja oleh mereka," katanya.

Padahal, kata James, Pemerintah Amerika pernah mengizinkan agar Hambali dijenguk saat ditahan di Kemp Guantanamo.

Kemp Guantanamo atau Kemp Detinasi Teluk Guantanamo merupakan fasilitas kemp penahanan para terduga teroris di seluruh dunia milik Amerika. Kemp detinasi ini terletak di wilayah negara Kuba.

Sebelumnya, Hambali ditangkap di Thailand oleh otoritas Amerika pada 2003 atas tuduhan Bom Bali II 2002 dan serangan Bom JW Marriott 2003. Sejak penangkapan hingga 2006 ia ditahan di tahanan rahasia dan baru di tahun 2006 ia dipindahkan ke Kemp Guantanamo.

Menurut James, Hambali ditahan di "Camp 7" atau dikenal juga dengan sebutan "Camp Platinum".

"Mereka yang menghuni kemp 7 adalah tahanan yang berharga," kata James

James juga menerangkan bahwa Hambali beserta 13 tahanan lain yang menghuni Kemp 7 merupakan tahanan high-value bagi Amerika. Hal ini karena mereka yang menghuni kemp ini mengancam keamanan Amerika jika mereka bebas.

Reporter: Yopi Makdori

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP