Telepon Call Center KPK, Aher Mengaku Akan Datang Besok

Selasa, 8 Januari 2019 14:31 Reporter : Aksara Bebey
Telepon Call Center KPK, Aher Mengaku Akan Datang Besok Ahmad Heryawan. ©2018 Merdeka.com/Aksara bebey

Merdeka.com - Ahmad Heryawan (Aher) mengaku akan mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (9/1). Hal ini setelah mantan Gubernur Jawa Barat ini dua kali tidak hadir.

Pemanggilan pertama pada akhir Desember lalu, karena surat yang ditujukan KPK salah alamat. Lalu, pada Senin (7/1) Aher tidak datang karena merasa tidak mendapat surat resmi dari KPK.

Sejak pemberitaannya ramai, ia memutuskan untuk menghubungi call center KPK. Dia menyampaikan kepada penerima telepon bernama Taufik akan datang besok.

"Barusan saya katakan besok (Rabu) saya datang ke KPK. Insya Allah pukul 10.00 WIB pagi. Saya pergi sendiri," katanya saat dihubungi, Selasa (8/1).

Setelah percakapan melalui telepon, dia mengaku mendapatkan surat pemanggilan untuk dimintai keterangan mengenai kasus dugaan korupsi izin Meikarta. Meski demikian, surat itu dikirim melalui aplikasi WhatsApp.

Aher menegaskan akan kooperatif dan memberikan keterangan yang dibutuhkan KPK mengenai Meikarta, saat dia masih menjabat Gubernur Jawa Barat.

"Untuk (surat) fisiknya memang belum dapat. Tapi intinya, saya siap menjelaskan apa yang saya ketahui tentang Meikarta," tegasnya.

Sebelumnya, KPK mengimbau Aher tak mempersulit proses permintaan keterangan terkait kasus dugaan suap izin pembangunan proyek Meikarta.

"KPK akan menyiapkan panggilan kedua sesuai hukum acara yang berlaku. Kami harap yang bersangkutan dapat hadir, kooperatif dan tidak justru beresiko mempersulit rencana pemeriksaan sebagai saksi yang merupakan bagian dari proses hukum yang sedang berjalan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Senin (7/1).

Aher diketahui sebelumnya mangkir pada pemeriksaan pertama yang dijadwalkan pada 20 Desember 2018. Pada pemanggilan ulang yang dijadwalkan hari ini, Senin 7 Januari 2019 Aher juga tak memenuhi panggilan. Bahkan tak ada keterangan soal ketidakhadiran Aher.

Febri menegaskan, pihak lembaga antirasuah sudah mengirimkan surat panggilan pemeriksaan ke kediaman Aher di Jalan Otto Iskandar Dinata, Bandung 29 Desember 2018.

"Surat tercatat diterima oleh seorang bernama Yogi di rumah tersebut. Alamat ini adalah alamat yang sama dengan pengiriman surat sebelumnya yang sudah diterima saksi (Aher)," kata Febri.

Tak hanya mengirim surat ke tempat tinggal Aher, tim KPK juga sudah menghubungi ke nomor ponsel Aher. "Namun tidak direspons. Sejak minggu lalu, kami juga sudah sampaikan rencana pemanggilan sebagai saksi," lanjut Febri.

Febri mengingatkan, jika Aher tak bisa menghadiri panggilan pemeriksaan, maka akan lebih baik memberikan konfirmasi soal ketidakhadirannya.

"Semestinya sebagai warga negara yang baik, yang bersangkutan dapat memberi contoh dan menunjukkan itikad baik. Saya kira tidak ada yang perlu dikhawatirkan menghadiri pemeriksaan sebagai saksi tersebut," pungkasnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini